Demi Wimbledon, Petenis Rusia Ini Ganti Kewarganegaraan

  • Bagikan

BERITASEBELAS.COM  Lahir di Moskow, Rusia, 27 Februari 1993, petenis Natela Dzalamidze baru-baru ini memutuskan untuk mengganti kewarganegaraannya. Kini berpasor Georgia, petenis spesialis ganda putri tersebut melakukan hal tersebut karena ia ingin bermain di Wimbledon 2022.

Sebagaimana dikabarkan BBC, Dzalamidze harus bertanding dengan bendera netral di Prancis Terbuka beberapa pekan lalu. Dzalamidze masih bisa tampil di Prancis Terbuka karena turnamen grand slam lapangan tanah liat tersebut mengizinkan atlet dari Rusia dengan bendera netral.

Adapun Wimbledon telah memutuskan untuk melarang atlet dari Rusia dan Belarusia turun bertanding di turnamen mereka sehubungan dengan invasi Rusia ke Ukraina. Nama Dzalamidze sudah terdaftar di nomor ganda putri Wimbledon tahun ini berpasangan dengan petenis asal Serbia, Aleksandra Krunic.

"Kebangsaan pemain, ditunjukkan dengan bendera yang mereka bawa ketika bermain di event profesional, adalah sebuah proses persetujuan yang diatur oleh tur (ATP dan WTA) dan ITF (Federasi Tenis Internasional)," kata Wimbledon tentang pemain yang mengganti kewarganegaraannya.

Dzalamidze saat ini berada di ranking 43 dunia nomor ganda putri sebagai ranking terbaiknya. Ia tercatat tiga kali tampil di Wimbledon dalam periode 2017-2019 dengan capaian terbaik putaran kedua pada 2017.

Karier WTA pertamanya dilakukan pada Mei 2015 di Nuernberg, Jerman, pada 2015. Ketika itu, Dzalamidze berpasangan dengan petenis asal Belarusia, Sviatlana Pirazhenka.

Dzalamidze merebut gelar WTA pertamanya berpasangan dengan petenis asal Slovenia, Kaja Juvan, di Cluj-Napoca Terbuka di Cluj-Napoca, Rumania, Oktober 2021. Sebulan kemudian ia meraih gelar kedua di Linz Terbuka di Linz, Austria, bersama rekan senegaranya, Kamilla Rakhimova.

Keputusan Wimbledon melarang atlet asal Rusia dan Belarusia mendapat kecaman dari sejumlah nama besar di dunia tenis. Salah satunya datang dari petenis legendaris Amerika Serikat, John McEnroe.

Argumentasi McEnroe adalah karena Rusia dan Belarusia saat ini punya beberapa petenis elite yang layak mendapat kesempatan. Di sektor putra ada petenis ranking satu dunia, Daniil Medvedev, dan petenis ranking delapan dunia, Andrey Rublev.

Di sektor putri, Wimbledon tahun ini tidak bisa diikuti oleh petenis ranking satu dunia, Aryna Sabalenka, dan mantan pemilik ranking satu dunia, Victoria Azarenka.

"Sulit untuk melihat beberapa pemain terbaik kami tidak bisa bermain karena sesuatu yang tidak ada urusannya dengan mereka. Saya berharap itu bisa diselesaikan. Saya tidak tahu, tetapi itu adalah situasi yang buruk," kata McEnroe.[]  

Artikel Asli

Sumber: akurat.co

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email beritasebelascom@gmail.com.
  • Bagikan