Soal Dugaan Adanya Mafia Minyak Goreng, Zulkifli Hasan: Tak Ada, Untung Lebih Hal Biasa dalam Berdagang

  • Bagikan

BERITASEBELAS.COM - Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan menetapkan target persoalan minyak goreng dapat selesai hanya dalam waktu 2 bulan.

Dari mulai distribusi, ketersediaan, hingga pengendalian harga minyak goreng, dia berjanji akan jalankan metode taktis supaya seluruh prosesnya terkendali.

Terkait dugaan mafia minyak goreng (migor) sebagai akar permasalahan, Mendag yang baru menjabat pada 15 Juni 2022 itu mengaku tidak setuju.

Dia meyakini, persoalan distribusi, ketersediaan, dan pengendalian harga minyak goreng yang menyengsarakan rakyat beberapa bulan terakhir tak ada sangkut pautnya dengan oknum mafia.

Baca Juga: Mendadak Sambangi Kantor Polisi, Puput Ungkap Kondisi sang Putri usai Lalui Pengalaman Tak Mengenakan

Kepada media, Zulkifli Hasan mengatakan bahwa persoalan migor utamanya diakibatkan oleh lambatnya pemerintah dalam mengantisipasi lonjakan harga minyak sawit mentah (CPO) di dunia.

Klaim itu diucapkannya, usai ditemui di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 20 Juni 2022.

"Enggak, saya kira (persoalan minyak) bukan soal mafia.

Tidak ada mafia.

Ini kan ada kenaikan harga booming.

Teman-teman punya CPO langsung jual cepat, nah ada keterlambatan kita mengantisipasi," kata Mendag, dikutip pikiran-rakyat.com dari Antara.

Baca Juga: Profil Jhonny van Beukering, Mantan Pemain Timnas Indonesia yang Kini Jadi Penjaga Pintu Kelab Malam

Zulkifli Hasan melanjutkan, kenaikan harga minyak sawit dunia normalnya merupakan keuntungan buat Indonesia.

Namun, leletnya antisipasi di Indonesia justru membuat kenaikan harga CPO global berimbas persoalan pelik yang berlarut-larut.

"Harga bagus kan berkah sebetulnya.

Ini harga bagus bukan berkah, malah jadi masalah.

Nah ini yang harus kita urai.

Saya sudah tahu, sudah kita perbaiki, sudah ada jalan keluarnya.

Sebulan dua bulan beres insha Allah," katanya yakin.

Baca Juga: Elektabilitas Capres Versi Litbang Sin Po: Probowo Tertinggi Disusul Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan

Mendag menguraikan, solusi prioritas yang telah direncanakannya adalah memperbaiki tiga jalur distribusi.

Jalur yang dimaksud ialah jalur untuk memasok migor curah ke 10.000 titik lebih penjualan satu harga, di angka Rp14.000 per liter bagi masyarakat.

Selain itu, Mendag akan menempuh upaya pembuatan kemasan sederhana untuk migor curah, supaya proses distribusi lebih mudah dilaksanakan ke seluruh Indonesia.

Mendag menegaskan kembali, keuntungan lebih besar yang didapat sebagian pihak pengusaha adalah hal yang wajar dalam bisnis.

Baca Juga: 6 Wilayah di Banggai Sulawesi Tengah Diterjang Banjir dan Longsor, Polisi Laporkan Adanya Korban Jiwa

Sehingga tak lantas dapat disimpulkan bahwa terdapat mafia migor dalam kasus langka dan mahalnya komoditas tersebut di dalam negeri.

"Ya perdagangan itu biasa.

Ada yang bagian untung lebih bagian yang kayak...ya biasa itu," katanya.

Terlepas dari keyakinan Mendag, Kejaksaan Agung nyatanya telah menetapkan lima tersangka dalam perkara korupsi pemberian fasilitas ekspor CPO dan produk turunannya, termasuk migor.

Presiden Jokowi bahkan telah memerintahkan aparat hukum untuk melanjutkan penindakan terhadap oknum yang terlibat sekecil apapun dalam kasus CPO yang berimbas pada persoalan itu.***

Artikel Asli

Sumber: pikiran-rakyat.com

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email beritasebelascom@gmail.com.
  • Bagikan