Alasan Pria di Banten Pemilik Facebook Romeo Guiterez Hina MUI, Sakit Hati karena Pernah Pengajian di Trotoar

  • Bagikan

BERITASEBELAS.COM, SERANG – RM (44) seorang pria di Banten yang hina Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten melalui media sosial Facebook berhasil ditangkap.

Bahkan, usai ditangkap tim dari Ditreskrimsus Polda Banten, warga Cikeusal, Kabupaten Serang, itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak Kamis (9/6/2022) lalu.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Shinto Silitonga menceritakan, kasus ini bermula saat RM mengunggah ujaran kebencian dan permusuhan melalui Facebook.

“Ujaran kebencian diangkat ke publik oleh pelaku melalui akun facebook Romeo Guiterez,” ungkap Shinto, Senin (20/6/2022).

RM menggunakan akun Facebook bernama Romeo Guiterez.

Tidak hanya sekali. RM bahkan membuat dan mengunggah jjaran kebencian dan permusuhan itu sampai empat kali.

Yakni pada Sabtu (23/4/2022) pukul 17.38 WIB, Senin (25/4/2022) pukul 15.00 WIB, dan Selasa (26/4/2022) pukul 13.45 WIB.

“Yang isinya mendiskreditkan MUI Banten,” terangnya.

Penyidik kemudian melakukan pemeriksaan terhadap empat saksi.

Yakni dari MUI Banten dan tiga ahli. Baik ahli bahasa, ahli ITE dan juga ahli hukum.

Berdasarkan pemeriksaan saksi dan alat bukti, penyidik berhasil mengidentifikasi dan menangkap pemilik akun facebook Romeo Guiterez.

“Tim penyidik berhasil mengidentifikasi dan menangkap pemilik akun facebook atas nama Romeo Guiteres alias RM (44) pada Rabu (8/6/2022),” jelasnya.

Sementara, berdasarkan pemeriksaan dan pengakuan RM, ujaran kebencian dan permusuhan itu dilakukan lantaran sakit hati.

“Motivasi tersangka dengan adanya fatwa MUI, tersangka merasa sakit hati dan tersinggung karena tersangka pernah melakukan pengajian di trotoar,” ungkap Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Banten, Kompol Wendy Andrianto.

Selain menangkap RM, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.

Di antaranya tangkapan layar unggahan ujaran kebencian dan permusuhan yang dibuat serta diunggah RM melalui Facebook.

Juga dua unit HP beserta simcard-nya.

Atas perbuatannya, polisi menjerat RM dengan pasal berlapis.

Yakni Pasal 45A Undang Undang 19 Tahun 2016 dan Pasal 157 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana enam tahun penjara. (rmol/ruh/pojoksatu)

Artikel Asli

Sumber: pojoksatu.id

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email beritasebelascom@gmail.com.
  • Bagikan