Butet Kartaredjasa Sindir Anies Baswedan Soal Revitalisasi TIM, Disebut Tak Hormati Sejarah

  • Bagikan

BERITASEBELAS.COM - Budayawan dan seniman Butet Kartaredjasa menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM).

Butet tampak menyesalkan revitalisasi Taman Ismail Marzuki di era Gubernur DKI Jakarta tersebut mengorbankan jejak sejarah seni dan budaya.

Ia menyoroti bangunan lama yang bernilai sejarah tersebut, kini diratakan dan diganti dengan bangunan baru.

Seniman tersebut mempertanyakan alasan revitalisasi TIM yang dinilai malah membinasakan dan meniadakan sejarah.

Baca Juga: Bhayangkara FC vs Persib Bandung: Robert Alberts Ungkap Suasana Berbeda

Sejumlah foto dan video diunggah di akun Instagram pribadinya ketika ia berkunjung ke TIM yang sudah berubah karena proyek revitalisasi.

"Semua bangunan ruang ruang presentasi kesenian, gedung pameran maupun panggung pertunjukan, hilang tanpa ada bekasnya," kata Butet dikutip pikiran-rakyat.com dari keterangan tertulisnya dalam unggahan akun Instagram-nya pada 21 Juni 2022.

Menurutnya, jika terhitung sejak akhir 1960-an di awal berdirinya, jejak Taman Ismail Marzuki sudah hilang sama sekali.

Baca Juga: Tuai Kontroversi, Alasan Mahathir Sebut Kepulauan Riau dan Singapura Bagian dari Malaysia

"Kita hanya bisa mengingat-ingat di mana titik lokasi Teater Arena, Teater Tertutup, Teater Terbuka, Studio Huriah Adam, Wisma Seni, Gedung Pameran, Graha Bakti Budaya, dll.

Semua sirna.

Tak ada artefak tersisa," katanya menambahan.

Butet mengaku termangu terkejut melihat jejak sejarah TIM yang telah binasa oleh revitalisasi.

Melihat kondisi tersebut, Butet berandai-andai seakan harus memulai lagi dari nol untuk membangun pusat kesenian atau kebudayaan TIM.

"Jangan-jangan, memang begitulah selera arsitektur modern: merevitalisasi adalah membinasakan dan meniadakan sejarah, meratakan tanah, dan bikin bangunan baru yang terasa congkak.

Ironis banget ya: arsitektur kan sesungguhnya juga kerja kebudayaan?" ucapnya.

Melanjutkan dengan sindirannya, Butet mengatakan bahwa pembinasaan sejarah bangunan dan seni di TIM tersebut merupakan keinginan pribadi Gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga: Berikut Daftar Faskes di Kabupaten Gresik yang Sediakan KonsulDok

"Atau jangan-jangan ini memang selera penguasanya, gubernur DKI, yang tidak memiliki adab dan kemauan menghormati sejarah dan kebudayaannya," ujar Butet,

"Ingat lho, Indonesia belum berubah jadi Suriah.

Tapi arogansi dan keganasan 'membinasakan' sudah memperlihatkan tanda-tandanya," ujarnya menambahkan.

Budayawan tersebut mengkritik pengalihan status TIM dari sebelumnya sebagai institusi sosial berupa yayasan menjadi institusi bisnis dengan bentuk perseroan terbatas.

"Jelas sekali maksudnya (Gubernur DKI Jakarta).

Pendidikan dan kebudayaan bukan dimaknaiĀ  sebagai investasi demi melahirkan manusia-manusia berkualitas.

Demi masyarakat yang beradab.

Tapi menjadikannya mata rantai industri untuk menangguk laba sebanyak-banyaknya," tuturnya.***

Artikel Asli

Sumber: pikiran-rakyat.com

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email beritasebelascom@gmail.com.
  • Bagikan