FIFA Gunakan Kecerdasan Buatan untuk Cegah Pelecehan Online di Piala Dunia

  • Bagikan

BERITASEBELAS.COM  Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengatakan bahwa Piala Dunia Qatar 2022 akan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk mendeteksi dan memblok pelecehan secara daring (online) terhadap pemain.

"Tugas kami adalah untuk melindungi sepakbola, dan itu dimulai idengan para pemain yang membawa banyak kegembiraan dan kebahagiaan untuk kita semua dengan eksploitasi mereka terhadap permainan di lapangan," kata Infantino sebagaimana dipetik dari The Guardian.

"Kami ingin tindakan kami berbicara lebih keras ketimbang kata-kata dan itulah mengapa kami mengambil tindakan konkret untuk menekel masalah ini secara langsung."

Teknologi yang bakal digunakan selama Piala Dunia Qatar pada 21 November-18 Desember 2022 itu pernah digunakan pada semifinal dan final Piala Eropa 2020 tahun lalu. Ketika itu, perangkat kecerdasan buatan mendeteksi lebih dari 400 ribu unggahan di sosial media yang berisi pelecehan terhadap tiga pemain Tim Nasional Inggris, Marcus Rashford, Jadon Sancho, serta Bukayo Saka.   

"Sayangnya, ada tren yang berkembang di mana persentase unggahan di saluran media sosial diarahkan ke para pemain, pelatih, ofisial pertandingan, dan tim tidak bisa diterima, dan bentuk diskriminasi ini-diskriminasi dalam bentuk apapun-tidak ada tempat dalam sepakbola," kata Infantino.

Rencana ini sejalan dengan laporan independen yang dikeluarkan bertepatan dengan Hari Internasional Perlawanan Ujaran Kebencian PBB pada Sabtu (18/6). Laporan yang disusun oleh FIFA, FifPro, serikat pesepakbola global menyoroti naiknya jumlah unggahan diskriminatif terhadap pemain di sosial media pada periode pertandingan internasional.

Pelecehan daring juga terjadi di Piala Afrika tahun ini di mana setengah dari pesepakbola yang berpartisipasi pada turnamen tersebut menjadi sasaran. Sebagian besar pelecehan tersebut datang dari negara asal pemain dengan 40 persen bernada homofobia dan 38 persen bernuansa rasisme - 90 persen akun pengunggah pelecehan tersebut bisa teridentifikasi.

"Pelecehan daring adalah masalah masyarakat dan sebagai industri, kita tidak boleh menerima bahwa bentuk pelecehan baru ini dan diskriminasi berdampak terhadap banyak orang termasuk para pemain kami," kata Presiden FifPro, David Aganzo.[][]

Artikel Asli

Sumber: akurat.co

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email beritasebelascom@gmail.com.
  • Bagikan