Hakim Itong Dijadwalkan Hadapi Sidang Dakwaan Kasus Korupsi di PN Surabaya

  • Bagikan

BERITASEBELAS.COM, Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Itong Isnaeni Hidayat akan menjalani sidang perdana terkait dugaan suap kepengurusan perkara di PN Surabaya. 

Itong dijadwalkan akan menghadapi dakwaan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Berdasarkan penetapan Majelis Hakim, hari ini (21/6) dijadwalkan sidang perdana Terdakwa Itong Isnaini dkk di Pengadilan Tipikor pada PN Surabaya," ucap Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (21/6/2022).

Ali mengatakan, tim jaksa KPK nantinya dalam persidangan akan membeberkan segala kontruksi terkait perkara tersebut. Adapun segala keterangan dari saksi selama proses penyidikan,  juga telah tertuang di dalam surat dakwaan.

"Tim Jaksa akan menguraikan detail perbuatan dari para Terdakwa sebagaimana hasil Penyidikan," tutur Ali.

Lembaga antirasuah, sambung Ali, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mengawal proses persidangan tersebut. 

"Kami mengajak masyarakat untuk memantau dan mengawal proses persidangan yang terbuka untuk umum dimaksud," tandasnya.

Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka. Mereka adalah Hakim nonaktif Itong Isnaeni Hidayat, Panitera Pengganti Hamdan, dan pengacara Hendro Kasiono. 

"Tersangka Itong Isnaeni Hidayat (IIH) selaku hakim tunggal pada Pengadilan Negeri Surabaya meyidangkan salah satu perkara permohonan terkait pembubaran PT Soyu Giri Primedika (SGP) dan yang menjadi pengacara dan mewakili PT SGP adalah tersangka Hendro Kasiono (HK)," ujar Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (21/1/2022) dini hari.

Terkait kasus tersebut, diduga ada kesepakatan antara Hendro Kasiono dengan pihak perwakilan PT SGP untuk menyiapkan sejumlah uang yang akan diberikan kepada hakim yang menangani perkara tersebut.

Uang yang disiapkan untuk mengurus perkara itu diduga mencapai kisaran Rp1,3 miliar, dimulai dari tingkat putusan pengadilan negeri sampai tingkat putusan Mahkamah Agung (MA).

Sebagai langkah awal realisasi dari uang Rp1,3 miliar itu, tersangka Hendro Kasiono menemui tersangka Hamdan (HD) selaku panitera pengganti pada Pengadilan Negeri Surabaya dan meminta agar hakim yang menangani perkaranya bisa memutus sesuai dengan keinginan Hendro Kasiono.

Dengan uang itu, putusan yang diinginkan oleh Hendro Kasiono, diantaranya adalah agar PT SGP dinyatakan dibubarkan dengan nilai aset yang bisa dibagi sejumlah Rp50 miliar.

Kemudian, untuk memastikan bahwa proses persidangan perkaranya berjalan sesuai harapan, Hendro Kasiono diduga berulang kali berkomunikasi dengan Hamdan. Komunikasi di antaranya dilakukan melalui sambungan telepon dengan menggunakan istilah “upeti” untuk menyamarkan maksud dari pemberian uang.[]

Artikel Asli

Sumber: akurat.co

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email beritasebelascom@gmail.com.
  • Bagikan