Hukum Berkurban Sekaligus Niat Aqiqah

  • Bagikan

BERITASEBELAS.COM Berkurban merupakan amalan sunah dalam Islam yang diniatkan sebagai salah satu bentuk hubungan manusia dengan manusia. Dengan berkurban, seseorang see secara tidak langsung membagikan hartanya kepada orang lain yang membutuhkan.

Sedangkan Aqiqah adalah penyembelihan hewan dalam syariat Islam, yang tujuannya sebagai bentuk syukur atas setiap orang yang dilahirkan dari rahim ibunya. Hukum aqiqah adalah sunah mu'akkadah, sebagaimana pandangan jumhur ulama.

Pertanyaan kemudian, bolehkan jika seseorang berkurban sekaligus untuk aqiqah? Misalnya, seseorang bisa aqiqah ketika dewasa karena faktor ekonomi atau alasan mainnya, maka ketika ia akan kurban diniatkan juga untuk aqiqah. Bagaimana hukumnya?

Ibnu Hajar Al Haitami, dalam Itsmidil Ain, halaman 127, mengatakan bahwa jika demikian, maka tidak sah, dan hewan yang disembelih hanya berlaku pada satu niat aqiqah atau kurban saja.

Beliau menyatakan;

 (مسألة): لو نوى العقيقة والضحية لم تحصل غير واحدة عند (حج) ويحصل الكل عند (م ر) Artinya : [Masalah] Jika ada orang berniat melakukan aqiqah dan kurban (secara bersamaan) tidak berbuah pahala kecuali hanya salah satunya saja menurut Imam Ibnu Hajar (Al Haitami) dan berbuah pahala kedua-duanya menurut Imam Romli."

Namun meskipun demikian, ada ulama yang justru membolehkan jika seseorang berkurban sekaligus diniatkan untuk aqiqah. Hal ini sebagaimana disinggung di dalam kitab Fathul Bari, jilid 15, halaman 397, sebagai berikut:

فتح الباري لابن حجر - (ج 15 / ص 397) وَعِنْد عَبْد الرَّزَّاق عَنْ مَعْمَر عَنْ قَتَادَةَ " مَنْ لَمْ يَعُقّ عَنْهُ أَجْزَأْته أُضْحِيَّته " وَعِنْد اِبْنِ أَبِي شَيْبَة عَنْ مُحَمَّد بْن سِيرِينَ وَالْحَسَنِ " يُجْزِئ عَنْ الْغُلَام الْأُضْحِيَّة مِنْ الْعَقِيقَة 

Artinya: “Menurut Abdur Razzaq, dari Ma'mar dari Qatadah mengatakan "Barangsiapa yang belum diaqiqahi maka cukup baginya berkurban". Menurut Ibnu Abi Syaibah dari Muhammad ibn Sirin dan al-Hasan mengatakan "Cukup bagi seorang anak kurban dari aqiqah"

Dari penjelasan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa kurban sekaligus untuk aqiqah hukmnya diperselisihkan. Ada sebagian ulama yang membolehkan dan ada pula yang tidak menyetujui dan harus secara sendiri-sendiri antara keduanya. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Kurban sendiri merupakan ibadah yang sangat mulia di sisi Allah SWT. Kurban merupakan bentuk amalan sunnah mu'akkadah yang sudah dilakukan sejak zaman Nabi Ibrahim as. Kemudian, kurban juga dilanjutkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Nabi bahkan tidak pernah meninggalkan kurban walau sekali dalam setiap tahunnya.

Wallahu A'lam.[]

Artikel Asli

Sumber: akurat.co

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email beritasebelascom@gmail.com.
  • Bagikan