Preman Gunung Antang Ternyata Beli Senpi Lewat Shopee

  • Bagikan

BERITASEBELAS.COM, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengaku telah mengetahui asal-usul senjata api yang digunakan preman di Gunung Antang saat menyerang warga. 

Zulpan mengatakan, pelaku mendapatkan senjata api (senpi) dengan cara membeli secara online. 

"Senpi tersebut diperoleh dengan cara membeli online di Shopee pada tahun 2019 dengan harga Rp2 juta," kata Zulpan, Selasa (21/6/2022).

Zulpan mengatakan, pelaku juga membeli delapan butir peluru. 

"Senjata dirakit menjadi jenis revolver dengan biaya Rp1 juta dan memesan amunisi peluru delapan butir dengan harga Rp 700 ribu," jelas Zulpan.

Terkait hal ini, polisi akan berkoordinasi dengan pihak Shopee, penyedia layanan penjualan online. 

"Kita koordinasi juga dengan pihak Shopee terkait barang bukti senpi jenis revolver," ungkap Zulpan.

Dalam kasus ini, polisi masih memburu dua pelaku lainnya yang berinisial ARS dan HD.

Sebelumnya, satu preman lokalisasi Gunung Antang, Matraman, Jakarta Timur berinisial SRD berhasil ditangkap oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Timur usai melakukan penyerangan dan pembacokan terhadap warga.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Kemuning, RW 001 Kelurahan Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Budi Sartono mengatakan peristiwa penyerangan terjadi pada dua kali kejadian.

"Pertama pada Minggu (12/6) jam 02.10 WIB ada warga menjadi korban pembacokan. Kemudian pada Senin (13/6) jam 02.00 WIB terjadi penyerangan meletuskan senjata api," kata Budi di Polres Metro Jakarta Timur, Sabtu (18/6/2022).

Peristiwa ini berawal pada Rabu (1/6/2022) warga sekitar mengamankan adik pelaku karena terciduk mencuri kotak amal. Tak terima adiknya terpergok mencuri, Suardi bersama dua rekannya berinisial ARS dan HD yang juga sesama preman Lokalisasi Gunung Antang menyerang permukiman warga selama dua hari berturut-turut.

"Penyerangan itu mengakibatkan tiga warga terluka dan satu rumah rusak akibat dilempari batu saat penyerangan," lanjutnya.

Dari penangkapan ini, sejumlah barang bukti yang diamankan dari Suardi diantaranya satu pucuk senjata api rakitan jenis Revolver yang dibeli melalui toko online, sembilan butir peluru, satu bilah golok, dan satu butir proyektil peluru.

Atas perbuatannya itu pelaku kini sudah ditahan dan dijerat Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan, 351 KUHP tentang Penganiayaan, dan Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 tahun 1951.

"Untuk ancaman hukuman pengeroyokannya lima tahun (penjara) dan ancaman untuk senjata api 20 tahun," tutur Budi.[]

Artikel Asli

Sumber: akurat.co

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email beritasebelascom@gmail.com.
  • Bagikan