Cara Ini Dinilai Bisa Jadi Pengungkap Kasus Baku Tembak Brigadir J

  • Bagikan
X

BERITASEBELAS.COM, JAKARTA - Akademisi dan Intelektual Publik, Rocky Gerung menilai, langkah kepolisian dalam memproses kasus baku tembak ajudan di rumah dinas Kepala Divisi Propam Nonaktif, Irjen Ferdy Sambo, berjalan profesional dan transparan.

"Saya kira kepolisian masih dalam tahap profesionalisme, yakni mengakui ada dua korban dalam kasus ini," ujar Rocky, Senin (1/8).

Dia menjelaskan, korban pertama Byakni rigadir J alias Yosua. Dia menjadi korban dan karena itu tubuhnya punya hak untuk mengucapkan jejak kriminalitas melalui bahasa yang disebut sebagai autopsi.

Korban kedua yakni Istri Irjen Ferdy Sambo.

Menurutnya, perlindungan terhadap korban kedua harus dihargai sebagai hak privasi yang memerlukan proteksi hukum, dan itu berlaku di dalam prinsip human rights, terutama yang disebut hak asasi perempuan.

Menurut salah satu Founder Setara Institute ini, scientific research akan menjadi cara yang digunakan untuk mengungkapkan peristiwa kematian Brigadir J.

Artikel Asli

Sumber: jpnn.com

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].
  • Bagikan