Ketua DPRD DKI Minta Transjakarta Putus Kontrak Operator yang Abaikan Prosedur Keselamatan

  • Bagikan
X

JAKARTA, BERITASEBELAS.COM - Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memberikan putus kontrak kepada mitra atau operator yang lalai akan prosedur atau Standard Operating Procedure (SOP) keselamatan dan kelaikan bus. Hal itu seiring dengan serentetan kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta bahkan hingga menimbulkan korban tewas.

Upaya tegas itu diminta Pras sapaan akrabnya mengingat angka kecelakaan yang terus melonjak mulai awal tahun 2022. Berdasarkan data, selama tujuh bulan terakhir kecelakaan yang diakibatkan atau melibatkan bus Transjakarta mencapai 444 kasus, dengan rincian 181 kasus kecelakaan di triwulan pertama dan 263 kasus di triwulan kedua tahun 2022.

“Implementasi di lapangan saya melihat para operator tuh pada enggak benar, di dalam trayek itu ugal-ugalan. Jadi coba buat satu sanksi yang kuat,” kata Pras saat menghadiri rapat kerja di Komisi B DPRD DKI Jakarta, Senin (1/8/2022).

Dalam rapat beragendakan monitoring dan evaluasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) itu juga, Pras meminta PT Transjakarta mendata seluruh operator untuk kemudian dievaluasi secara menyeluruh pramudi hingga armadanya. Ketika ditemukan pelanggaran Transjakarta diminta tak segan memberikan sanksi hingga pemutusan perjanjian kerjasama dengan pihak operator.

“Hilangkan operator-operator yang nakal itu. Mending sedikit operatornya namun bebet bobotnya jelas. Tolong itu digarisbawahi, sekali lagi ini nyawa orang. Tanggung jawab kita sebagai pemerintah daerah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Ismail menilai masih banyak operator mitra Transjakarta yang lalai akan SOP keselamatan. Sebab, seringkali ditemukan faktor kecelakaan diakibatkan tidak patuhnya pramudi seperti menggunakan telepon genggam saat berkendara.

Artikel Asli

Sumber: inews.id

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].
  • Bagikan