Pasca Ditetapkan 4 Tersangka, Menteri PMK Kini Cabut Izin ACT, Jadi Kesimpulannya Gini

  • Bagikan
X

BERITASEBELAS.COM, JAKARTA-  Soal alasan pencabutan izin Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy meluruskan spekulasi yang terjadi.

Ia menyebut pencabutan izin itu terkait pengumpulan dana masyarakat.

Pencabutan izin tersebut dilakukan kala dirinya menjabat Menteri Sosial ad interim.

“Banyak yang menanyakan di aturan Kemensos itu kan ada peringatan 1, 2, 3 baru ada sanksi. Saya bilang, itu tidak bisa diberlakukan seperti itu, tergantung kasusnya. Kalau baru melompat pagar, diingatkan. Kalau baru buka pintu diingatkan kedua tapi kalau sudah lari bawa hasil curian masa diingatkan? Ya harus dikejar dong,” kata Muhadjir di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Senin, 1 Agustus 2022.

Pencabutan izin ACT dinyatakan dalam Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 133/HUK/2022 tanggal 5 Juli 2022 tentang Pencabutan Izin Penyelenggaraan Pengumpulan Sumbangan Kepada Yayasan Aksi Cepat Tanggap di Jakarta Selatan yang ditandatangani oleh Menteri Sosial Ad Interim Muhadjir Effendi pada 5 Juli 2022.

“Kalau diingatkan ya malah lari cepat dia. Jadi itu kenapa ketika saya (selaku Mensos) ad interim itu memgambil keputusan cabut hari itu juga. Itu masalahnya dan sekarang Insyaallah terbukti kan,” tambah Muhadjir.

Artikel Asli

Sumber: pojoksatu.id

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].
  • Bagikan