Viral Video Kekerasan Polisi di Pulau Komodo, Respons DPD Tegas

  • Bagikan
X

BERITASEBELAS.COM - Belakangan beredar video viral tindakan represif aparat kepolisian dengan pengunjuk rasa yang menolak kenaikan tarif masuk ke dalam Pulau Komodo, NTT.

Akibat kejadian itu beberapa aktivis pariwisata mengalami luka pada bagian kepala dan pelipis. Selain itu, tiga aktivis ditahan oleh pihak kepolisian.

Menanggapi hal ini anggota DPD RI asal NTT Angelo Wake Kako mendesak polisi untuk menghentikan aksi represif terhadap pelaku pariwisata.

"Aparat keamanan tidak boleh lakukan tindakan represif, karena unjuk rasa itu dilindungi undang-undang," kata Angelo dikutip ANTARA, Senin (1/8).

Dia pun memberikan apresiasi atas aksi yang dilakukan oleh pelaku pariwisata secara damai.

Selanjutnya menyikapi kebijakan kenaikan harga tiket yang menjadi penyebab aksi dari pelaku pariwisata itu, Angelo berharap adanya sosialisasi untuk menyamakan persepsi tentang biaya konservasi yang disebut oleh Pemerintah Provinsi NTT sebesar Rp3,75 juta per orang per tahun.

Artikel Asli

Sumber: genpi.co

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].
  • Bagikan