Kisah Pahit Maulwi Saelan, Pengawal Soekarno yang Dituduh Makar hingga Dipenjara

  • Bagikan
X

JAKARTA, BERITASEBELAS.COM - Resimen Tjakrabirawa atau pasukan pengamanan Presiden Soekarno dianggap sebagai kelompok yang ikut terlibat peristiwa G30S tahun 1965. Satu per satu anggota Resimen Tjakrabirawa ditangkap dan dijebloskan ke penjara karena diduga ikut gerakan makar.

Dari sekian banyak anggota Resimen Tjakrabirawa yang ditangkap, salah satunya adalah Wakil Komandan Resimen Tjakrabirawa Kolonel CPM Maulwi Saelan. Posisinya sebagai orang yang berada di ring 1 Presiden membuatnya dianggap sebagai bagian dari gerakan tersebut.

”Mungkin saya dianggap pentolannya barangkali, yang pertama ditahan dulu,” kenang Maulwi dalam buku biografinya yang berjudul Maulwi Saelan Penjaga Terakhir Soekarno.

Dari penjara Budi Utomo, Maulwi kemudian dipindah ke penjara Salemba, Jakarta Pusat. Di penjara itu, Maulwi ditempatkan di sebuah ruangan kecil yang sangat kotor. Tragisnya, Maulwi hanya mendapatkan jatah makan sedikit dengan kondisi yang sangat buruk. Ruang tempat Maulwi ditahan berada di pojok. Pintu besi berlapis baja dan penjagaan yang ketat membuatnya tidak mungkin bisa lolos.

Di penjara itu, Maulwi tidak boleh berkomunikasi dengan siapa pun. Bahkan, buang air juga terpaksa dilakukan Maulwi di ruangannya. Kondisi ini membuat Maulwi tidak nafsu makan.

Tidak hanya itu, untuk menjatuhkan morilnya, Maulwi sempat dimasukkan ke dalam ruang tahanan yang berisi para kriminal, hingga akhirnya dia dipindah ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Nirbaya. Di lapas ini, Maulwi ditahan bersama Komandan Tjakrabirawa Brigjen Sabur, Komandan Detasemen Kawal Pribadi (DKP) Kompol Mangil dan rekan-rekan lainnya yang sama-sama dituding terlibat gerakan kudeta tersebut.

Artikel Asli

Sumber: inews.id

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].
  • Bagikan