Mengenal Trauma Bonding, Saat Seseorang Terikat pada Hubungan Toxic

  • Bagikan
X

Meninggalkan hubungan yang toxic tidak semudah membalikkan telapak tangan. Seiring dengan kekhawatiran untuk tinggal sendiri atau tidak ada tempat untuk bersandar, Anda mungkin telah merasa terikat dengan pasangan. Sehingga, sulit bagi Anda untuk melepaskan diri. Nah, keterikatan ini disebut juga dengan trauma bonding atau ikatan trauma. 

Trauma pada tindak pelecehan mungkin menimbulkan perasaan yang sulit dipahami. Apalagi, jika pelecehan diselingi dengan kebaikan dan keintiman. Saat pelecehan dan kekerasan terjadi, Anda mungkin merasa kaget. Hingga kemudian, yang melecehkan Anda akan meminta maaf dan berjanji akan berubah. Anda pun kemudian larut dalam manipulasinya. Inilah yang menjadi asal muasal ikatan trauma. 

Apa Itu Trauma Bonding? 

Trauma bonding adalah keterikatan yang dirasakan oleh orang yang dilecehkan terhadap pelaku pelecehan. Ikatan tersebut tercipta karena adanya siklus pelecehan dan tindakan positif. 

Siklus tersebut adalah setelah melakukan pecelehan atau kekerasan, pelaku akan menyatakan cinta, penyesalan, dan mencoba membuat hubungan seolah terasa aman hingga korban merasa membutuhkan pelaku. Inilah yang kemudian membuat korban pelecehan merasa kebingungan dan terasa terbebani saat ingin meninggalkan pelaku. 

Ini melibatkan perasaan positif atau cinta untuk pelaku, membuat orang yang dilecehkan merasa terikat dan bergantung pada pelakunya.

Artikel Asli

Sumber: id.theasianparent.com

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].
  • Bagikan