Onani, Bagaimana Hukumnya Menurut Agama Islam?

  • Bagikan
X

BERITASEBELAS.COM Mengutip Halodoc, onani atau masturbasi merupakan aktivitas ketika seseorang memberikan rangsangan pada alat kelaminnya untuk memberi kepuasan seks. Sementara mengutip KBBI, onani adalah pengeluaran mani (sperma) tanpa melakukan sanggama.

Islam sebagai agama yang sempurna merespon tentang masturbasi ataupun onani ini. Dalam pandangannya, satu ulama dengan ulama lain saling berbeda pendapat, dari mulai haram, hingga hukum mubah.

Mazhab Maliki dan Mazhab Syafi’i memiliki pandangan bahwa hukum onani dana tau masturbasi adalah haram. Kedua mazhab ini melandasinya dengan ayat Al-Qur’an QS. Al-Ma-arij: 29-31, yaitu sebagai berikut:

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ . إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ . فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ 

"Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya (29), kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela (30). Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas (31)."

Sedangkan mazhab Hanabilah atau Hambali juga menghukumi onani dan masturbasi  sebagai sesuatu yang haram dilakukan. Namun demikian ia memberikan hukum boleh manakala dalam kondisi dhorurat, yaitu ketika memuncaknya libido dan dihawatirkan terjadinya perzinaan.

Artikel Asli

Sumber: akurat.co

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].
  • Bagikan