Program Sosial dan Bergabungnya TGB Pengaruhi Elektabilitas Partai Perindo

  • Bagikan
X
JAKARTA - Lembaga Survei Indonesia Polling Station (IPS) merilis hasil survei yang lakukan pada 1-8 Agustus 2022. Survei yang dilakukan di 34 Provinsi itu menunjukkan elektabilitas Partai Persatuan Indonesia ( Perindo ) berada di angka 3,5%.

”IPS menanyakan seandainya saat ini dilaksanakan pemilu, partai apakah yang akan ibu/bapak/saudara pilih? Hasilnya, Partai Perindo menduduki posisi kedelapan atau sebesar 3,5%,” kata peneliti IPS Raissa AZ Zahra kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (10/8/2022).

Menurut Raissa, bergabungnya mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dua periode Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya kesukaan masyarakat atau elektabilitas Partai Perindo.
Diketahui, beberapa waktu yang lalu, Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo (HT) melantik TGB menjadi Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo.

Baca juga: Ini 3 Faktor yang Bikin Partai Perindo Selangkah Lagi ke Senayan

"Deklarasi TGB sebagai Ketua Harian Perindo memberikan dampak pada citra Partai Perindo, hal ini semakin menegaskan Partai Perindo adalah partai yang inklusif," kata Raissa.

Baca juga: Lantik TGB Jadi Ketua Harian Nasional Partai Perindo, HT: Sejarah yang Luar Biasa

Selain itu, Raissa menilai program-program sosial yang dilakukan Partai Perindo juga menjadi salah satu sebab elektabilitas Partai Perindo. Sebagaimana diketahui, Partai Perindo aktif dan secara rutin membagikan bantuan modal usaha dan gerobak gratis kepada seluruh masyarakat tanah air.

"Program nyata yang dilakukan kader Perindo di tiap daerah, seperti melakukan aktivitas sosial di masyarakat itu terpotret dalam survei kami," ujarnya.

Sebagai informasi, pada survei tersebut jumlah sampel sebesar 1.220 responden, diperoleh melalui teknik pencuplikan secara acak bertingkat (multistage random sampling). Margin of error survei lebih kurang 2,8% pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95%. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan pedoman kuesioner.

”Sampel yang diperoleh petugas-petugas survei IPS yang tersebar di seluruh Indonesia terlebih dahulu kami validasi untuk mengetahui apakah sampel survei IPS kali ini valid atau tidak,” ucapnya.

Lihat Juga: Kolaborasi Strategis MNC Kapital dengan Traveloka, Membangun Ekosistem Lebih Besar dan Kuat

Artikel Asli

Sumber: sindonews.com

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].
  • Bagikan