Mengaku Diteror, Istri Korban Penyekapan di Surabaya Minta Perlindungan LPSK

  • Bagikan
X

BERITASEBELAS.COM - Kasus penyekapan karyawan dengan tersangka Dirut PT Meratus Line (PT ML) berinisial SR ternyata berbuntut panjang. Sebab korban penyekapan berinisial ES saat ini ternyata sedang meringkuk di penjara, karena dilaporkan melakukan penggelapan oleh perusahaannya.

Alhasil langkah perusahaan yang memenjarakan ES ini, membuat MM sang istri sekaligus pelapor kasus penyekapan, ketakutan. Dia pun mengajukan permohonan perlindungan pada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Salah satu kuasa hukum MM, Fuad Abdullah pun membenarkan langkah tersebut. Ia menyatakan, MM telah mengajukan permohonan perlindungan pada LPSK sejak satu minggu lalu, atau tepatnya pada 10 Agustus 2022.

"Benar, Ibu MM, istri dari Pak ES telah mengajukan permohonan perlindungan pada LPSK," kata Fuad, Rabu (17/8).

Teror tersebut, cukup mengintimidasi ia dan keluarganya, lantaran mereka kerap menyinggahi rumah maupun indekos yang dimiliki keluarganya. Kondisi tersebut, kerap kali membuatnya menjadi tidak nyaman dan serba ketakutan.

"Dari keterangan ibu MM, ada orang-orang yang datang ke rumahnya, berteriak-teriak di depan rumah bahkan ada juga yang masuk dan memfoto-foto. Bahkan ada yang mengaku berasal dari PT Meratus Line dan mendatangi pengacaranya waktu itu, menekan agar laporannya ke polisi dicabut. Jika tidak mereka (PT Meratus) akan memenjarakan ibu MM," pungkasnya menirukan.

Artikel Asli

Sumber: merdeka.com

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].
  • Bagikan