Lawan dan Habisi Rezim Tiran

  • Bagikan
X

Oleh: Sutoyo Abadi (Koordinator Kajian Politik Merah Putih)

“Kehidupan manusia lebih mungkin menjadi sia sia lewat pemikiran terus mengalah dan sikap diam tanpa perlawanan dari pada luka menganga”.

Oligarki yang tidak terkendali mengarah ke tinari.” (Aristotelles ). John Locke : Where-ever law ends, tyranny begins. (Ketika hukum berakhir /mati , tirani mulai berkembang).

Tyran, yang menurut Benedikt Forchner dalam artikelnya “Law’s Nature: Philosophy Argument in Cicero’s Writing” oleh Cicero disebut “belua” that is, as a wild animal ( yaitu seperti binatang buas )

Cicero menyatakan kekuasaan tirani tidak hendak menjadi “salus populi supreme lex esto” (Keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi,” tetapi untuk menghabisi individu.

Sejarah kekuasaan tirani menyajikan banyak hal yang seluruh aspeknya berbahaya. Akan memonopoli kebenaran, dan mobilisasi pendapat umum. Hanyalah itu dua aspek kecil menandai rezim sudah masuk alam barbarian. Bawaan selanjutnya lebih berbahaya yaitu “Penggunaan kekuasaan adalah hukum dan senjata”.

Artikel Asli

Sumber: suaranasional.com

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].
  • Bagikan