Makna Anies Adzan di Singapura

  • Bagikan
X

Smith Alhadar, Direktur Eksekutif Institute for Democracy Education (IDe)

Di tengah eskalasi ketegangan AS-NATO Versus Rusia-Cina, untuk pertama kalinya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan kesiapannya menjadi capres pada pilpres 2024 bila ada parpol yang mengusungnya. Hal itu dikatakan dalam wawancara dengan kantor berita Reuters di Singapura pada 15 September, dua hari seusai menghadiri Rapat Paripurna DPRD yang mengumumkan pemberhentiannya dari jabatan gubernur.

Anies melawat ke Negeri Singa dalam rangka menerima anugerah Lee Kuan Yew Exchange Fellow ke-72 dari pemerintah Singapura. Reuters adalah salah satu kantor berita terbesar di dunia, berbasis di London, Inggris. Maka adzan Anies itu diharapkan didengar seluruh dunia, termasuk pemerintah AS dan anggota NATO yang sebagian besar adalah juga anggota Uni Eropa (UE).

Terkait perang Rusia-Ukraina yang mendorong NATO pimpinan AS bahu-membahu membantu Ukraina dan sikap kian agresif Cina terhadap Taiwan maupun Laut Cina Selatan membuat AS dan NATO melihat Indonesia sebagai negara strategis di Indo-Pasifik untuk membendung ambisi Cina di kawasan itu.

Di tanah air, adzan Anies itu diapresiasi empat parpol: Nasdem, PKS, Demokrat, dan PAN. Maklum, Anies adalah salah satu aspiran capres paling populer. Wawancara dengan Reuters itu memberi kesan Anies sangat percaya diri dengan menantang pihak-pihak yang membencinya untuk menilai dia dari kinerjanya selama memimpin Jakarta, bukan dari asumsi-asumsi.

Kendati sudah dapat diperkirakan sebelumnya, adzan Anies itu juga bisa memperkokoh komitmen parpol-parpol yang tertarik padanya. Juga meningkatkan mobilitas dan tekad orang-orang yang bersimpati padanya.

Artikel Asli

Sumber: suaranasional.com

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].
  • Bagikan