Alasan Rektor UINSK Yogya Minta Pelaku Penendang Sesajen di Semeru Dimaafkan

  • Bagikan

Penendang sesajen di Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur berinisial HF ditangkap polisi di wilayah Kabupaten Bantu. Foto: Dok Polda DIY

Rektor UIN Sunan Kalijaga (UINSK) Yogyakarta Prof Al Makin meminta pelaku penendang sesajen di Semeru agar dimaafkan. Dia juga meminta kasus tersebut tidak dilanjutkan atau dihentikan.

Diketahui bahwa pelaku adalah Hadfana Firdaus ini diketahui pernah berkuliah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Namun yang bersangkutan telah drop out (DO) pada tahun 2014.

Al Makin beralasan bahwa memaafkan adalah cara yang terbaik. Terlebih, banyak kasus pelanggaran toleransi yang lebih berat dari itu.

“Kebetulan saya sebelum jadi rektor meneliti keragaman di seluruh Indonesia. Saya meneliti kelompok minoritas ya saya bersama kelompok Lia Eden hampir 10 tahun dengan Gafatar itu saya kira berapa tahun itu sudah 7 tahun. Belum dengan Ahmadiyah dengan aliran kepercayaan,” kata Al Makin di kampusnya, Jumat (14/1).

Dia menjelaskan bahwa banyak kelompok minoritas seperti itu juga mendapat perlakuan yang tidak baik. Pelanggaran HAM terjadi tetapi tidak diproses secara hukum.

“Banyak kelompok-kelompok ini menderita karena kita sendiri ya. Dan ternyata tidak semuanya masuk ke dalam pengadilan. Maka sungguh tidak adil jika hanya seorang saja yang mungkin khilaf kemudian diproses secara hukum bagi saya kurang bijak,” katanya.

“Maka saya menyerukan agar segera proses hukum ini sebaiknya dihentikan dan sebaiknya kita maaf kan supaya kita memberikan contoh yang baik,” ujarnya.

Hadfana sendiri diketahui telah ditetapkan tersangka oleh Polda Jatim. Sebelumnya pelaku ditangkap di Banguntapan, Kabupaten Bantul.

Artikel Asli

Sumber: kumparan.com

  • Bagikan