Anies Usir Pemuda Nyanyi Lagu Giring, Respons Refly Harun Telak

  • Bagikan

BERITASEBELAS.COM – Anies Baswedan kembali disorot. Dia terlihat usir pemuda yang nyanyi lagu Giring Ganesha. Respons Refly Harun langsung telak.

Kejadian ini terlihat di Twitter. Videonya viral. Beragam komentar pun langsung muncul. 

Di Twitter, Anies Baswedan terlihat menghampiri dua orang yang sedang menyanyikan lagu Giring Ganesha.

Setelah itu, Anies tampak seperti mengusir kedua penyanyi dengan alasan tempat yang diduduki dua pemuda itu adalah ruang kerja.

“Mas, mas, mas, ini kita mau kerja. Jangan nyanyi di sini mas ya. Berisik ya, mau kerja ya,” ucap Anies Baswedan seperti dilihat pada akun Twitter @Mdy_Asmara1701.

Video ini terlihat diunggah pada Selasa, 11 Januari 2022.

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun ikut berkomentar soal ini. Responnya lumayan tajam.

Dalam hal ini, Refly mengatakan yang dilakukan Anies Baswedan adalah satire.

Dia melihat apa yang dilakukan Anies terhadap fenomena politik, sebenarnya sering kali dibawakan melalui stand up comedy.

Aksi ini dalam satire politik tersebut, baginya, merupakan kenikmatan tersendiri dan bisa membuat banyak orang tertawa.

“Politik itu kalau bisa kita satire kan, jadi kenikmatan tersendiri. Kita bisa tertawa dengan satire politik,” katanya seperti dikutip dari kanal YouTube Refly Harun pada Jumat, 14 Januari 2022.

Akan tetapi, jika satire ditanggapi oleh orang yang tidak mengerti, sudah dipastikan satire tersebut ditanggapi dengan kemarahan.

“Biasanya kalau orang tidak pandai satire, ngomongnya direct, langsung,” ujarnya.

Refly lantas membandingkan apa yang disampaikan Giring Ganesha kepada Anies Baswedan dengan ucapan Habib Bahar bin Smith kepada KASAD Jenderal Dudung Abdurachman.

Refly mempertanyakan, mana yang lebih jelas menghina apa yang dilakukan Habib Bahar atau Giring.

“Mana yang lebih jelas-jelas, benar-benar menghina, kemudian berusaha mengucapkan ujaran kebencian? Saya kira apa yang disampaikan Giring itu luar biasa,” sebutnya.

Bagi Refly, demokrasi memang terkesan kasar, tetapi setiap orang memiliki hak untuk mengontrol pejabat publik.

“Sudahlah, mau kritik kepada Anies, kepada Jenderal Dudung, kepada Jokowi, ya biarkan saja. Itu dinamika, karena mereka adalah pemangku, pemegang jabatan kritik,” tuturnya. (*)

 

Jangan lewatkan video populer ini:

Artikel Asli

Sumber: genpi.co

  • Bagikan