Anis Saggaf ‘Dilawan’ Empat Juniornya di Paparan Proker

0
10
[Empat Calon Rektor Universitas Sriwijaya foto bersama setelah menyampaikan paparan program kerja dihadapan, anggota senat dan perwakilan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi – foto Arto beritasebelas]

Arto

beritasebelas.com,Palembang – Lima bakal calon Rektor Universitas Sriwijaya  akhirnya adu gagasan dan ide dalam paparan yang diselenggarakan Panitia Pemilihan Rektor Universitas Sriwijaya  masa bakti 2019-2023.

Adu gagasan digelar di Aula Pasca Sarjana (PPs) Universitas Sriwijaya, Jumat 12 Juli 2019 tersebut disaksikan langsung oleh perwakilan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan anggota senat serta, BEM Universitas Sriwijaya.  .

Kelimanya adalah Prof Dr Ir Amin Rejo MP dengan nomor urut 01, Prof Dr Ir Andy Maulana MSc nomor urut 02, Prof Dr Ir H Anis Saggaf MSCE nomor urut 03, Prof Dr Ishak Iskandar MSc nomor urut 04 dan terakhir dengan nomor urut 05 adalah M Abu Bakar Siddik ST MEng PhD.

Sang Petahana Anis Saggaf menyampaikan bahwa konsep berjamaah jilid II yang ditawarkan akan komitmen membawa Universitas Sriwijaya sebagai global university. Menjadi perguruan tinggi terkemuka berbasis riset yang unggul dalam berbagai bidang ilmu, teknologi dan seni pada tahun 2025.

Guna mendukung hal tersebut dengan menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan tinggi dalam upaya menghasilkan manusia terdidik. Menyelenggarakan dan mengembangkan pengabdian kepada masyarakat  dengan menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau seni.

Menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan bakat, minat, penalaran dan kesejahteraan mahasiswa. Menyelenggarajan kerjasama denhan lembaga lain baik nasional mauphn internasional serta mewujudkan sistem manajemen yang profesional, efektif, efisen dan akuntabel.

“Bahkan, langkah-langkah sudah dilakukan mulai dari riset, pengembangan SDM, peningkatan sarana dan prasarana. Kita sudah terapkan efisiensi anggaran, makanya kita banyak bangun dan perbaiki sarana dan prasarana. Bahkan ada itu alat yang usianya lebih tua dari usia rektor. Makanya kita perlu adanya perbaikan sarana dan prasarana,”jelasnya.

Senada dengan itu dikatakan paparan Amin Rejo menyampaikan bahwa harus ada evaluasi secara berjenjang jika Universitas Sriwijaya  akan lebih baik lagi. Menurutnya, Universitas Sriwijaya harus menjadi perguruan tinggi terkemuka berbasiskan riset yang unggul dan inovatif dalam berbagai ilmu, teknologi serta menjadi pusat pengembangan kewirausahaan yang mampu berperan aktif dalam pembangunan.

“Makanya perlu ada evaluasi berjenjang, setiap seminggu sekali misalnya coffe morning untuk evaluasi, karena pada rapat biasanya tidak muncul. Kemudian dengan para dekan sebulan sekali evaluasi apa langkah yang harus diambil dan diperbaiki,” urainya.

Sementara Andy Maulana menyoroti tentang potensi SDA lahan basah, sumber energi baru yang berlimpah dan budaya Melayu Sriwijaya yang bernilai tinggi. Kolaborasi lintas fakultas/keilmuan, pemangku kepentingan, dan perguruan tinggi/lembaga riset luar negeri. Serta fokus pada peningkatan mutu daya saing dan repevansi sistem pendidikam dan riset serta pengembangan teknologi terapan dan sosial humaniora.

“Jadi strategi Unsri menuju global university adalah harus ada pengurangan penerimaan jumlah mahasiswa baru jenjang S1 dan menambah mahasiswa baru jenjang S2. Biarlah universitas lain yang menambah S1, kita perbanyak mahasiswa S2, karena harus ada relevansi dan kualitas,”terangnya.

Sedangkan calon keempat Ishak Iskandar dengan membawa misi Universitas Sriwijaya  Satu yang dimaknai sebagai kampus internasional dan kampus digital. Dan untuk menuju tujuan tersebut, program mendasar adalah Quick Win, mulai dari program kerjasama dengan Belanda dan relasi yang sudah dibangun dimaksimalkan lagi.

“Artinya kita perlu sinergi, akselerasi dan menuju Unsri yang berprestasi,”jelasnya.

Dan terakhir Abu Bakar menyoroti soal gagasan dengan nama mengangkasakan Universitas Sriwijaya  dan membawa Universitas Sriwijaya sebagai revolusi industri 5.0.

“Jadi tak lagi Revolusi Industri 4.0 tapi 5.0. Dan tantangan kita adalah membawa Unsri sebagai Internasionalisasi Perguruan Tinggi. Membawa kondisi ini maka harus fokus program dan riset serta sistem pendidikan,”tegasnya.

print