ASN Dilarang Mangkal di Warung Kopi

0
429
[Kepala BKSDM Pemkot Palembang – foto : dokumen beritasebelas]

Yudiansyah

beritasebelas.com,Palembang – Pegawai ASN di lingkungan Pemerintahan Kota Palembang wajib menggunakan atribut lengkap dengan pangkat di pundak sejak tanggal 1 Februari 2019.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 6 tahun 2016, tentang pakaian dinas Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Sekretariat Daerah Kota Palembang, Nurmala Sari menyampaikan, sejak November 2018 seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) wajib menggunakan tanda pangkat dipundaknya.

Hanya saja, untuk dilingkungan Pemerintah Kota Palembang sendiri, baru dapat diterapkan di tahun 2019, karena proses sosialisasi dan kesiapan pencetakan pangkat dengan menggunakan logo Palembang.

“Sesuai dengan edaran, seluruh ASN atau yang lebih di kenal Pegawai Negeri Sipil wajib menggunakan pangkat. Dan untuk Palembang sendiri, per 1 Februari semuanya wajib memakai atribut pangkat tersebut,” terangnya.

Nurmala menerangkan, untuk Kota Palembang sendiri, melalui Peraturan Walikota nomor 78 tahun 2019, seluruh ASN diwajibkan mulai menerapkan edaran dari Kementrian Dalam Negeri tersebut.

Pasalnya, aturan terkait penggunaan pangkat, dilakukan untuk meningkatkan disiplin ASN, agar terlihat berwibawa dan bertanggungjawab terhadap pelayanan yang diberikan.

“Dengan adanya pangkat-pangkat tersebut, ASN tidak lagi nongkrong di warung kopi dan lebih bertanggungjawab terhadap pelayanan,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BK-PSDM) Kota Palembang, Ratu Dewa menyampaikan, penggunaan pangkat pada pakaian PNS adalah untuk seragam warna kuning kaki yang dipakai setiap hari Senin-Rabu.

Dimana, penambahan lambang pangkat pada seragam dilambangkan dengan berbagai bentuk seperti untuk golongan IVA dengan lambang satu melati IVB dua melati dan begitu seterusnya.

“Jadi ini untuk menandakan terkait pangkat dan jabatan. Contohnya untuk kepala dinas dapat dilihat dari list merah sedangkan eselon III list kuning dan eselon IV list hitam,” jelasnya.

Dewa menambahkan, hal yang sama juga berlaku bagi seluruh ASN dan dinas yang memiliki induk di kementerian dengan tetap menerapkan seragam yang ditetapkan oleh induk kementeriannya.

“Misal Dinas Perhubungan mengikuti Kementerian Perhubungan untuk mengenakan pakaian warna putih biru dan Polisi Pamong Praja (Pol PP) yang tetap mengenakan pakaian Satpol PP, dengan pangkat yang sama,”singkatnya.

print