Atlet Wajib Ikuti Klasifikasi Jelang Tanding di Peparprov

0
29
[Salah satu atlet dari Ogan Ilir saat mengikuti klasifikasi dari tim Panitia PB Perpaprov II di Prabumulih – foto Arto beritasebelas]

Arto

beritasebelas.com,Palembang – Ratusan atlet disabilitas dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Selatan hari ini menjalani klasifikasi. Klasifikasi ini wajib diikuti semua atlet jika akan tanding pada multievent bergengsi Pekan Paralympian Provinsi (Peparprov) II di Kota Prabumulih pada 4-10 Desember 2019.

Digelar di Venue Tenis Meja Kompleks Pertamina, Rabu 4 Desember 2019, ratusan atlet disabilitas dari 13 kabupaten/kota di Sumatera Selatan memastikan klasifikasi pertandingan.

Welly Saleh Panitia Besar Peparprov II mengatakan bahwa klasifikasi ini menentukan berdasarkan status klasifikasi, tuna daksa, tuna rungu, tuna grahita dan lainnya.

“Target hari ini semua harus terklasifikasi, karena besok sudah pembukaan. Tanpa klasifikasi maka atlet tak bisa tanding, karena tak tahu masuk kategori mana,” ujarnya, Rabu 4 Desember 2019.

Ketua Umum National Paralympic Committe Indonesia (NPCI) Sumatera Selatan Ryan Yohwari mengatakan bahwa Peparprov II ini diikuti oleh 13 kabupaten/kota di Sumatera Selatan, sementara empat daerah mengaku absen lantaran alasan tak disupport dana oleh kepala daerahnya.

Keempat kabupaten dan kota tersebut adalah Pagaralam, OKU Selatan, Empat Lawang dan Muratara. Absennya empat daerah dari multievent olahraga bergengsi atlet disabilitas Sumatera Selatan di Kota Nanas, dikarenakan induk olahraga disabilitaa daerah yakni National Paralymlic Committee Indonesia (NPCI) di kabupaten dan kota tersebut tak disupport pembiayaan.

“Jadi, Peparprov II ini sudah fiks diikuti 13 kontingen. Minus 4 kontingen dari 4 kabupaten dan kota yang belum bisa kirim atlet-atletnya, karena belum disupport pembiayaan oleh bupati dan walikotanya,” jelasnya.

Pria yang juga juara dunia bulutangkis di Madrid ini menambahkan bahwa Peparprov II musim ini meningkat dari Peparprov I pada 2017 lalu di Kabupaten Muara Enim yang tercatat ada enam kabupaten dan kota yang belum bisa ikut karena belum teranggarkan biaya dari daerah masing-masing.

“Jadi ada 11 kontingen tahun 2017 sementara yang tak ikut ada 6 kontingen yaitu dari Pagaralam, OKU Selatan, Empat Lawang Muratara, Muba dan Lubuklinggau,” jelasnya.

Disinggung mengenai persiapan Peparprov II di Kota Prabumulih ini, Ryan mengaku persiapan daerah hampir rampung dan tak ada kendala yang prinsip. Pasalnya, ajang ini disupport oleh Pemerintah Kota Prabumulih.

print