BMKG: Gempa M 6,6 Banten Terverifikasi Tidak Terjadi Tsunami

  • Bagikan

BERITASEBELAS.COM – Gempa berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang kemudian diperbarui menjadi M 6,6 di Banten mengguncang Jakarta hingga Lampung. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan tidak adanya indikasi kenaikan permukaan air laut imbas gempa tersebut.

“Berdasarkan data monitoring kami, ada tide gauge, kemudian ada juga buoy (sistem peringatan tsunami, red) BPPT, di situ tidak ada indikasi kenaikan air muka laut,” kata Dwikorita dalam konferensi pers virtual, Jumat (14/1/2022).

Baca juga: BMKG Jelaskan Beda Gempa M 6,6 di Banten, Gempa-Tsunami 2018

Dwikorita mengatakan tidak adanya kenaikan permukaan air laut itu juga disaksikan langsung oleh Kepala Stasiun Geofisika Tangerang yang saat ini melakukan pengawasan.

“Kepala Stasiun Geofisika Tangerang juga di sana, melaporkan tidak terjadi kenaikan muka air laut,” ungkapnya.

Karena itu, menurut Dwikorita, prediksi bahwa gempa M 6,6 yang berpusat di 52 km arah barat daya Sumur, Banten, ini tidak menimbulkan potensi tsunami benar adanya.

“Jadi prediksi tidak berpotensi tsunami nampaknya terverifikasi tidak terjadi tsunami,” tutur Dwikorita.

Baca juga: Terbaru Terasa Kuat di Jakarta, Ini Sejarah Gempa dan Tsunami di Banten

Sebelumnya, gempa M 6,6 itu terjadi pada pukul 16.05 WIB. Episenter gempa yakni 7,01 LS dan 105,26 BT. Pusat gempa 52 km arah barat daya Sumur, Banten, dengan kedalaman 10 km.

Gempa ini kuat dirasakan di sejumlah wilayah. Wilayah-wilayah tersebut di antaranya Jakarta, Tangerang, Bandung, hingga Lampung.

Gempa susulan pun terjadi pascagempa pertama. Gempa susulan terbesar berkekuatan M 5,7.

(mae/gbr) gempa jakarta gempa banten gempa gempa bumi bmkg kepala bmkg dwikorita karnawati

Artikel Asli

Sumber: detik.com

  • Bagikan