Buron 3 Tahun, Koruptor Proyek PT Pusri Ditangkap Di Sumut

0
26
[Deddy Zatta]

Dudi

beritasebelas.com,Palembang – Setelah tiga tahun diburu karena terlibat tindak pidana korupsi, Deddy Zatta diamankan tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Kamis 5 Desember 2019.

Terpidana kasus mark up pengadaan barang di PT Pusri ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri Palembang sejak Juni 2016 silam setelah perkara yang dihadapinya diputus Mahkamah Agung (MA) RI dengan hukuman dua tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Serta mengganti kerugian negara sebesar Rp218.525.675 dikurangi Rp53.350.000 yang sebelumnya telah dibayar. Adapun vonis tersebut menguatkan putusan banding di tingkat Pengadilan Tinggi Palembang satu tahun lebih tinggi dari vonis Pengadilan Tipikor Palembang.

“Setelah dilakukan proses administrasi, terpidana akan langsung dieksekusi dan menjalani penahanan di Lembaga Pemasyarakatan Pakjo Palembang,” kata Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumsel Deddy Suwardy Surachman didampingi Kasi Pidsus Kejari Palembang Dede M Yasin, Jumat 6 Desember 2019.

Dirinya menjelaskan, dalam kasus ini Deddy sebagai Direktur CV Kuala Simpang sebagai pelaksana proyek pengadaan barang telah melakukan mark up pembelian dua sparepart yang harusnya Rp5 juta menjadi Rp104 juta per unit.

Dalam kasus ini selain Deddy juga menjerat Ir Faizal Muaz selaku Manager Pengadaan pada PT Pupuk Sriwidjaya (Pusri) dan Ir Hadianto Eko Putro selaku Asmen Pembelian yang keduanya diajukan dalam berkas berbeda.

“Terkait kasus ini ada tiga terpidana, namun hanya satu yang menjadi tunggakan DPO (Deddy Zatta), sedangkan dua lainnya sudah menjalani hukuman,” kata Dede.

Kasi Informasi, Teknologi, Produksi Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumsel Wawan Setiawan mengatakan, penangkapan dilakukan melalui upaya pendekatan dengan keluarga bersangkutan dan dibantu Kejari serta Polres Asahan.

“Setelah dilakukan upaya pendekatan, yang bersangkutan selama ini sudah menikah lagi dan menetap di Kabupaten Asahan mau bertemu di salah satu tempat untuk menyerahkan diri,” ujar Wawan yang melakukan penangkapan.

print