Buronan Curas Ditangkap

0
6
Dudi

beritasebelas.com,Palembang – Sempat buron, Sandi Ramandika (24) warga Jalan Perumahan Bumi Emas Blok FA Tanah Mas, Kabupaten Banyuasin terpaksa dilumpuhkan petugas dengan timah panas lantaran melawan saat ditangkap petugas, pada Sabtu (25/7), sekitar pukul 23.00 .

TSK curas saat diamnkan di Mapolrestabes Palembang

Kasat Reksrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kanit Resmob, Aiptu Agus Akbar mengatakan, saat akan ditangkap pelaku mencoba melawan petugas, hendak kabur dan tembakan peringatan ke atas pun tak digubrisnya. Tak pelak usai mendapatkan perawatan di RS Bari, pelaku langsung digiring petugas ke Polrestabes, Palembang guna mempertanggung jawabkan ulahnya.

Diketahui, aksi curas yang dilakukan Sandi terjadi pada Kamis, (8/8/2019), sekitar pukul 02.00 di Jalan Abikusno Kelurahan Kemang Agung Kecamatan Kertapati, Palembang di rumah korban Ryan Nugroho (30) seorang pegawai swasta. Dimana saat melakukan aksinya pelaku masuk ke dalam rumah korban dalam keadaan terbuka.

Lalu, saat pelaku hendak mengambil barang-barang berharga lain, korban terbangun memerkogi pelaku, sehingga pelaku Sandi langsung menusuk korban dengan menggunakan pisau sebanyak dua kali, dan kedua bersama rekan yang masih DPO langsung melarikan diri. Atas kejadian itu korban kehilngan 1 Unit Hp Vivo Y81 Warna Hitam. Serta korban mengalami luka tusuk pada bagian bahu depan sebelah kiri dan bahu belakang sebelah kiri atas kejadian itu Korban melapor ke Polrestabes Palembang.

 “Benar pelaku ini merupakan TO (target operasi) kami yang sudah lama kita cari. Dan begitu keberadaannya berhasil kita ketahui pelaku pun langsung kita ringkus,” katanya, Senin (27/7).

Selain pengamanan Sandi, petugas juga mengamankan barang bukti berupa, 1 bilah senjata tajam, 1 buah dompet warna hitam, 1 buah kotak hp merk vivo y81 milik korban, dan 1 helai baju kaos warna putih milik korban.

“Atas ulahnya pelaku diancam pasal 365 KUHP, dengan ancaman 7 tahun penjara” katanya.

Sementara, Pelaku Sandi ketika ditemui di ruang piket Reskrim, hanya bisa merengek kesakitan, akibat luka tembak yang dialaminya. “Nanti saja pak tanya-tanya, kaki saya sakit,”  katanya.

print