Cegah Omicron Meluas, Hong Kong Larang Transit Penerbangan dari 150 Negara

  • Bagikan

Seorang penumpang menggunakan pakaian pelindung dari plastik di Bandara Internasional Hong Kong, Hong Kong, Selasa (17/3). Foto: REUTERS/Tyrone Siu

Hong Kong akan melarang transit penerbangan dari 150 negara dan teritori di seluruh dunia, yang dianggap memiliki risiko penyebaran virus corona tinggi.

Kebijakan itu diambil setelah Hong Kong melaporkan sekitar 50 kasus virus corona varian Omicron sejak akhir tahun 2021 lalu. Omicron diketahui lebih menular dibanding varian corona lainnya.

Pernyataan terkait penangguhan transit diumumkan otoritas Bandara Internasional Hong Kong pada Jumat (14/1/2022). Mereka menyatakan, setiap individu yang dalam 21 hari terakhir berada di negara dengan tingkat penyebaran corona tinggi tidak diizinkan transit. Aturan ini berlaku dari 16 Januari sampai 15 Februari 2022.

Sejumlah penumpang menggunakan pakaian pelindung dari plastik di Bandara Internasional Hong Kong, Hong Kong, Selasa (17/3). Foto: REUTERS/Tyrone Siu

“Aturan ini diambil untuk mengendalikan penyebaran varian Omicron yang sangat menular,” kata otoritas bandara Hong Kong seperti dikutip dari Reuters.

Pada pekan lalu Hong Kong resmi melarang penerbangan dari Australia, Kanada, Prancis, India, Pakistan, Filipina, Inggris dan Amerika Serikat masuk ke negaranya.

Aturan ketat Hong Kong mengikuti kebijakan nol COVID di China daratan. Oleh sebab itu, sejumlah aturan ketat mulai berlaku di Hong Kong.

Dalam beberapa pekan terakhir otoritas Hong Kong memperketat karantina terhadap kru pesawat. Hong Kong juga memperketat pembatasan kegiatan sehari-hari.

Lima belas jenis tempat, termasuk bar, gym, bioskop sampai salon kecantikan dilarang beroperasi. Sedangkan restoran diminta tutup setelah pukul 18.00. Sekolah dasar dan Taman Kanak-Kanak yang sempat dibuka kini diminta kembali libur.

Artikel Asli

Sumber: kumparan.com

  • Bagikan