COVID-19 Melonjak Akibat Omicron, Sekolah di Ibu Kota Filipina Diliburkan

  • Bagikan

Siswa dan saudara kandung Filipina Shaina dan Yuki Ugal mengerjakan tugas sekolah untuk kelas online di rumah kumuh mereka, di tengah wabah penyakit coronavirus (COVID-19), di Tondo, Manila, Filipina, Selasa (6/10/2020). Foto: ELOISA LOPEZ/REUTERS

Seluruh sekolah di Manila, ibu kota Filipina, diliburkan selama sepekan hingga 22 Januari 2022. Kebijakan ini diambil menyusul lonjakan kasus COVID-19 yang dipicu varian Omicron.

Dikutip dari AFP, pada Jumat (14/1), Departemen Pendidikan Manila mengatakan perintah meliburkan sekolah dilakukan demi meringankan beban kesehatan bagi para guru dan siswa.

Menurut Aliansi Guru Peduli, ribuan guru dan siswa di Filipina terinfeksi COVID-19. Mereka menyambut perintah “libur kesehatan” ini dengan gembira.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Filipina sudah memberikan opsi meliburkan sekolah selama dua pekan akibat amukan Omicron.

Ketika banyak negara sudah mulai mengizinkan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah-sekolah mereka, Filipina masih menutup sekolah. Sejak Maret 2020 hingga kini, Filipina masih menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Slah seorang warga didalam angkutan umum saat lockdown ketiga pada hari pertama lockdown di Quezon City, Metro Manila, Filipina, Jumat (6/8). Foto: Eloisa Lopez/Reuters

PTM di beberapa sekolah sempat diselenggarakan pada November 2021, tetapi kegiatan itu dibatalkan pada Desember lantaran kasus meningkat.

Meski begitu, Pemerintah Filipina justri melonggarkan sejumlah aturan, demi mencegah kekacauan perekonomian akibat varian Omicron.

Periode isolasi bagi pasien bergejala ringan kini diperpendek jadi tujuh hari, dari sebelumnya 10 hari. Dengan ini, warga dapat lebih cepat bisa kembali bekerja.

Kasus pada Jumat (14/1) mencapai 37.207 infeksi. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang pandemi di Filipina. Tingkat vaksinasi dosis lengkap di negara kepulauan ini baru 49% dari total populasi.

Seorang siswa duduk di kelas dengan penghalang plastik saat sekolah dibuka kembali, di San Juan, Metro Manila, Filipina, Senin (6/12). Foto: Eloisa Lopez/REUTERS

Tetapi, pemeriksaan COVID-19 di Filipina cenderung rendah dan angka kasus konfirmasi lewat tes antigen tidak dimasukkan ke dalam laporan nasional. Sehingga, kemungkinan besar jumlah kasus positif jauh lebih tinggi dibandingkan dengan laporan nasional.

Kasus harian di negara ini menunjukkan penurunan sejak mencapai puncaknya pada September 2021 lalu. Mulai Oktober, lockdown di Filipina mulai dilonggarkan.

Kasus pada bulan Desember bahkan hanya mencapai ratusan. Tetapi, memasuki akhir tahun 2021, kasus mendadak meroket.

Kini, total kasus COVID-19 di Filipina mencapai 3.129.512 infeksi dan 52.815 kematian.

Artikel Asli

Sumber: kumparan.com

  • Bagikan