COVID-19 Melonjak, Ratusan Ribu Umat Hindu India Tetap Berendam di Sungai Gangga

  • Bagikan

Umat Hindu berendam suci pada perayaan festival Makar Sankranti selama festival tahunan Hindu 'Magh Mela' di Sangam pertemuan sungai Gangga, Yamuna dan Saraswati di Allahabad, India. Foto: SANJAY KANOJIA / AFP

Ratusan ribu umat Hindu berbondong-bondong mendatangi tepi Sungai Gangga pada Jumat (14/1). Mereka melakukan mandi suci di sungai terpanjang India tersebut.

Prosesi mandi suci ini merupakan rangkaian ibadah memperingati hari Makar Sankranti, yang jatuh setiap 14 Januari tiap tahun. Umat Hindu India percaya, berendam di sungai suci dapat menghapus dosa-dosa mereka.

Namun, festival agama ini berlangsung di tengah lonjakan kasus COVID-19 yang dipicu varian Omicron. Sepanjang Januari 2022, kasus corona di India meningkat hingga 30 kali lipat.

Umat Hindu berendam suci pada perayaan festival Makar Sankranti selama festival tahunan Hindu 'Magh Mela' di Sangam pertemuan sungai Gangga, Yamuna dan Saraswati di Allahabad, India. Foto: SANJAY KANOJIA / AFP

Dikutip dari Reuters, pada Jumat (14/1), Pemerintah India mencatat 264.202 kasus baru dalam waktu 24 jam. Sedangkan jumlah pasien meninggal bertambah 315 orang.

Sejak akhir November 2021, kasus COVID-19 di India selalu berada di bawah 10.000 per hari. Namun, mulai akhir Desember 2021, kasus mengalami peningkatan. Kurang dari sebulan, penambahan kasus harian meroket ke angka 100 ribu hingga 200 ribu.

Ratusan ribu umat Hindu di India tampak berendam dan mandi di Sungai Gangga, sungai yang mengalir dari Benggala Barat.

Negara bagian ini merupakan penyumbang kasus COVID-19 tertinggi kedua di India, setelah Maharashtra, rumah dari Kota Mumbai.

Umat Hindu berendam suci pada perayaan festival Makar Sankranti selama festival tahunan Hindu 'Magh Mela' di Sangam pertemuan sungai Gangga, Yamuna dan Saraswati di Allahabad, India. Foto: SANJAY KANOJIA / AFP

Di Negara Bagian Uttar Pradesh, berlokasi di utara India, mereka menyambangi tepi Sungai Gangga di Kota suci Prayagraj. Hanya sedikit peziarah yang tampak menggunakan masker.

“Saya tidak bisa bernapas kalau menggunakan masker,” kata seorang peziarah bernama Ram Phal Triphati. Ia datang bersama keluarganya dari sebuah desa di Uttar Pradesh.

“Setiap tahun saya datang untuk melakukan mandi suci. Mana bisa, saya tidak datang di tahun ini?” lanjutnya.

Umat Hindu tiba untuk berendam suci pada perayaan festival Makar Sankranti selama festival tahunan Hindu 'Magh Mela' di Sangam pertemuan sungai Gangga, Yamuna dan Saraswati di Allahabad, India. Foto: SANJAY KANOJIA / AFP

Sebelumnya, para dokter di Benggala Barat sudah meminta Pengadilan Tinggi untuk membatalkan berjalannya festival agama Gangasagar Mela ini. Mereka khawatir, festival ini bisa menjadi lokasi superspreader.

Tetapi, pengadilan menolak permintaan tersebut. Festival tetap diizinkan berjalan, dan Pemerintah Daerah diminta untuk menerapkan protokol kesehatan dan menjelaskan risikonya kepada peziarah yang hendak datang.

Tahun lalu, tsunami kasus COVID-19 di India terjadi usai penyelenggaraan festival agama terbesar, Kumbh Mela, di Haridwar, India bagian utara. Pada gelombang varian Delta itu, kasus harian bisa mencapai 400.000.

Seorang pemuja melakukan ritual 'Ganga Arti' setelah berenang suci pada perayaan festival Makar Sankranti selama festival tahunan Hindu 'Magh Mela' di Sangam pertemuan sungai Gangga, Yamuna dan Saraswati di Allahabad, India. Foto: SANJAY KANOJIA / AFP

Akibatnya, rumah sakit kewalahan dan keterisian tempat tidur di berbagai RS sangat tinggi. Situasi diperburuk dengan krisis oksigen medis. Ini menyebabkan tingginya kasus kematian karena COVID-19.

Tetapi, berbeda dengan tahun lalu, lonjakan kali ini tidak diikuti dengan peningkatan jumlah pasien rawat inap yang signifikan. Sebagian besar pasien kasus corona kini menjalani perawatan mandiri di rumah.

Kini, total kasus COVID-19 di India mencapai 36.582.129 infeksi dan 485.350 kematian.

Artikel Asli

Sumber: kumparan.com

  • Bagikan