Daerah-daerah yang Merasakan Gempa Banten 6,6 M

  • Bagikan

Ilustrasi aktivitas gempa di Indonesia. Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Gempa berkekuatan 6,6 magnitudo berpusat di laut di dekat Sumur, Pandenglang, Banten, pada Jumat (14/1/2022) pukul 16.05 WIB.

Terdapat dua kali gempa susulan dengan kekuatan lebih rendah dari getaran pertama. Gempa susulan terjadi pada pukul 16.40 WIB.

Getaran gempa terasa dengan kekuatan berbeda di setiap daerahnya. Wilayah Serang hingga Jabodetabek menjadi lokasi yang paling merasakan gempa. Sejauh ini, gempa dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

“Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Cikeusik, Panimbang dengan VI MMI, kemudian Labuan dan Sumur IV MMI, Tangerang Selatan, Lembang, Kota Bogor, Pelabuhan Ratu, Kalianda, Bandar Lampung III – IV MMI, Anyer III MMI,” tutur Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno, dalam keterangannya, Jumat (14/1).

“Kemudian juga Jakarta, Kota Tangerang, Ciracas, Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Bogor, Kotabumi dengan II – III skala MMI ” imbuhnya.

Adapun penjelasan Skala MMI adalah:

I MMI

Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang

II MMI

Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

III MMI

Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

IV MMI

Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

V MMI

Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

Kerusakan Akibat Gempa

Sejumlah rumah rusak akibat gempa dengan kekuatan 6,6 M tersebut.

“Di antaranya di Kecamatan Munjul dan Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” ungkap Bambang.

Bambang meminta, masyarakat tidak panik dan dapat mengevakuasi diri ke tempat yang aman. Selain itu, cek informasi dari sumber tepercaya.

“Kepada masyarakat di lokasi terdampak diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa,” jelas dia.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” ucap dia.

Artikel Asli

Sumber: kumparan.com

  • Bagikan