Danpuspomad Dorong Peningkatan Zona Integritas di Satuannya

  • Bagikan

JAKARTA, BERITASEBELAS.COM – Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) Letnan Jenderal TNI Chandra Warsenanto Sukotjo mendorong prajurit di satuannya untuk meningkatkan integritasnya.

Dorongan ini seiring dilakukannya pencanangan ulang zona integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM) di Markas Puspomad, Jumat (14/1/2022).

Pencanangan zona integritas tersebut ditandai dengan penandatanganan pakta integritas yang dipimpin langsung oleh Chandra.

“(Saya) menginginkan program perubahan yang lebih masif, tepat sasaran dan inovasi yang unggul serta membangun komitmen perubahan yang lebih kuat di Puspomad,” ujar Chandra di Markas Puspomad, Jumat.

Baca juga: Jenderal Andika Masih Dalami Dugaan Kasus Korupsi Helikopter AW-101 yang Dihentikan Puspom TNI

Chandra berharap, pencanganan ini dapat melahirkan birokrasi yang lebih bersih dan akuntabel di Puspomad.

“Birokrasi yang efektif dan efisien serta birokrasi yang mampu memberikan pelayanan publik dapat tercapai dan semakin membaik. Bukan hanya sekadar untuk memperoleh penilaian penghargaan WBK dan WBBM saja,” kata jenderal bintang tiga tersebut.

Chandra mengatakan, setidaknya ada enam bidang program yang difokuskan dalam program zona integritas.

Enam bidang tersebut meliputi manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Baca juga: Panglima Sebut Ada Indikasi Keterlibatan Personel TNI di Kasus Satelit Militer Kemenhan

Dalam kesempatan tersebut, Chandra mengingatkan agar prajuritnya segera membenahi kekurangan yang terdapat di unit kerja masing-masing.

“Sehingga diharapkan kita dapat memperoleh indeks kerja yang lebih baik di masa yang akan datang,” terang dia.

Selain itu, Chandra memastikan bahwa unit kerja yang tak bisa menunjukkan performa maksimal akan ada konsekuensi besar.

Bahkan, kata dia, tidak menutup kemungkinan akan ada risiko pergantian pejabat terkait.

“Bagi unit kerja yang tidak dapat menunjukkan performa positif dan tidak mau berinovasi serta menjadi rumit bagi organ lain, maka dari itu saya tidak segan-segan untuk melakukan pergantian pejabat terkait,” tegas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel Asli

Sumber: kompas.com

  • Bagikan