Dispora Palembang Diminta Lebih Perhatian Soal Pemuda

0
26
[Staf Khusus Bidang Pembangunan dan Generasi muda saat memimpin rapat teknis di Gedung Parameswara Pemerintah Kota Palembang – foto Arto beritasebelas]

Arto

beritasebelas.com,Palembang – Tak bisa dipungkiri, peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa menjadi sangat sentral. Potensi pemuda yang tak didukung stakeholder, pemerintah dan pihak terkait, membuat semangat luhur pemuda tersebut tertatih-tatih.

Demikian terungkap dalam rapat teknis diikuti rapat dengar pendapat yang dipimpin oleh Staf Khusus Pembangunan dan Generasi Muda Suparman Romans di Gedung Parameswara, Pemerintah Kota Palembang, Kamis 4 Juli 2019.

Rapat juga dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Palembang Ahmad Zazuli, Ketua Hariaj KONI Palembang Aliyudin Asral, Sekum KNPI Palembang Rubi Indiarta, Ketua Dewan Kesenian (DKP) Palembang, Febri Al Lintani, Ketua Indonesia Training Center Nusantara (Internusa) Sugiarto, Perwakilan dari LKS, HMI, Pengurus Cabor, PWI, IWO dan berbagai pengurus pemuda lainnya.

“Berbagai ide dan gagasan yang solutif untuk peran pemuda, olahraga, seni dan budaya akan kita tampung dan kita coba salurkan ke OPD terkait,”ujar Suparman Romans.

Lanjut dia, diharapkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Palembang yang paling berperan bisa memberikan langkah dan solusi agar peran aktivis kepemudaan bisa terdukung maksimal.

Senada dengan itu dikatakan Ketua Harian KONI Palembang Aliyudin Asral bahwa sebentar lagi Palembang akan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Ditengah anggaran yang tai maksimal membuat sejumlah atlet hengkang dari Palembang karena persoalan bonus dan reward lain.

“Kita sudah 11 kali juara umum, kita sempat keteter dengan prestasi Muba. Tapi kami tetap menjadi juara umum.

Di Lubuklinggau misalnya,  kita berselisih 25 emas di Porprov saat itu, tahun kemarin kita hanya selisih 8 emas, kalau perhatian tetap sama, kita akan keteter. Saat naif sekali jika Palembang tidak menang atau kalah, karena Palembang disebut sebagai tolak ukur prestasi olahraga,”tegasnya.

Pun juga dikatakan Sekretaris KNPI Palembang yang menyoroti Dispora yang dinilai kurang perhatian. Namun demikian, KNPI tetap terus eksis baik kontrol sosial maupun kegiatan pemuda.

Tak tekecuali dikatakan Sugiarto yang merupakan aktivis pemuda bidang sosial yakni Ketua Indonesia Training Center Nusantara (Internusa) yang mengaku memiliki program yang sama terkhusus bidang sosial kepemudaan. Pasalnya, sejak 2017 Intenusa telah membuat program khusus untuk anak jalanan, penghafal Al Quran dan anak yatim.

“2017 lalu kita berikan pelatihan dan motivasi bagi penghafal Al Quran dan anak yatim secara gratis didukung donatur masyarakat. Namun 2019 tak digelar karena tak ada dana. Padahal program motivasi anak jalanan akan dilaksanakan,”urainya.

Menanggapi ide dan gagasan aktivis kepemudaan, Kadispora Kota Palembang Ahmad Zazuli mengatakan bahwa Dispora hanya memiliki anggaran Rp 5 miliar. Untuk itu ia meminta peran pemuda juga untuk mendesak BPKAD, Bapedda dan unsur terkait dalam anggaaran bisa maksimal.

“Saat ini Dispora sebagaimana arahan dari Kemenpora bahwa fokus untuk mencetak wirausaha muda, Setiap program kerja, kami selalu bermuara pada pembangunan dibidang kepemudaan untuk menjadi wirausaha. Meski tidak menutup kemungkinan hal lain seperti olahraga. Menanggapi atlet yang keluar dari Palembang, kami berharap anggaran bisa cukup nantinya sehingga bisa hal itu tidak terjadi,”urainya.

Ahmad Zazuli menambahkan bahwa saat ini Dispora menargetkan agar ada kegiatan dan langkah kongkrit bidang pemuda untuk membina anak jalanan dan pembinaan pemuda lainnya menuju Palembang sebagai satu dari 20 kota pemuda di Indonesia.

print