Dusun Besuki di Semboro Jember Banjir Lagi Setelah 18 Tahun

  • Bagikan

Jember (BERITASEBELAS.COM) – Setelah 18 tahun tidak mengalami banjir, warga di Dusun Besuki, Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dikepung banjir, Jumat (14/1/2022) dini hari. Air dengan ketinggian sekitar 50 centimeter.

Hujan lebat mengguyur Semboro, Kamis (13/1/2022) malam setelah magrib. Semakin malam, air semakin tinggi. “Ada 200-300 rumah yang kemasukan air. Ini luapan air dari sungai alam. Di Dusun Besuki ini sudah dua kali, yakni tahun 2004 dan 2022,” kata Kepala Desa Sidomekar Hudi Prihwiyanto.

Baca Juga:Banjir di Sampang Meluas, PLN Padamkan Jaringan ListrikKecamatan Dander, Daerah Baru Rawan Genangan BanjirBanjir Mojokerto Surut, Dapur Umum Ditarik dari LokasiAda Fenomena La Nina, BPBD Jombang Bentuk 20 Destana di Sepanjang DAS Kali KontoDewan Gresik dan BBWS Duduk Bersama Tangani Banjir Kali Lamong

Banjir ini disebabkan karena penyumbatan sungai oleh batang-batang bambu. “Informasi tadi malam, ada potongan bambu yang menghalangi sungai,” kata Budi.

Pukul dua dini hari, air yang menggenangi RW 22 hingga RW 25 mulai surut. “Full-nya jam dua di sini, RW 26 sampai RW 30. Full banjir karena setoran air dari utara. Warga mau saya evakuasi, tapi tidak mau. Mereka masih bisa tidur. Tapi kami patroli terus bersama tim BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). Dapur umum dibangun di wilayah Beteng, karena dekat pasar,” kata Budi.

Kepala BPBD Sigit Akbari membenarkan, jika banjir itu adalah kiriman dari Sungai Tapen. “Cepat surutnya dan tidak membahayakan penduduk. Tapi sebagian masuk rumah dan pekarangan. Tentunya harus ada upaya antisipasi kalau terjadi kembali, supaya benda-benda berharga jangan sampai rusak,” katanya.

Banjir tak hanya terjadi di Semboro, tapi juga di Kecamatan Umbulsari. Ada tiga rumah dan satu pondok pesantren yang terendam air. “Kalau sudah terjadi seperti ini, kami datang mengevakiasi dan bantu sembako. Seandainya dibutuhkan dapur umum ini bisa membantu masyarakat yang kesulitan karena rumah tergenang air. Lain-lain adalah normalisasi, penbersihan sungai,” kata Sigit.

Ada satu orang yang hilang. “Katanya sakit epilepsi dan rumahnya dekat sungai. Hilangnya entah hanyut entah kenapa. Tapi kemungkinan besar hanyut. Kami berkoordinasi dengan Basarnas untuk pencarian. Dia orang tua, usianya sekitar 50 tahunan,” kata Sigit. [wir/kun]

Artikel Asli

Sumber: beritajatim.com

  • Bagikan