Gara-gara BPKB, Kepala BFI Baturaja Digugat Kepengadilan

0
1550



Bagus

beritasebelas.com, Baturaja  – Kendati tengah mempertanggungjawabkan perbuatannya di Rutan Baturaja lantaran diduga “menilep” BPKB konsumennya, namun permasalahan Meisy sepertinya bakal berbuntut panjang.

Ahmad Kabul SH dan Partners, Kamis (28/5) mendaftarkan gugatan perdata prihal perbuatan melawan hukum yang dilakukan tergugat I, Mesi, Tergugat II, Ahmad Gunanta selaku Kepala Cabang BFI Finance Baturaja dan Tergugat III, Yeni Astuti ke Pengadilan Negeri Baturaja. “Gugatan perdata dengan nomor perkara 33/PDTG/2020/PNBTA,” terang Ahmad Kabul SH.

Diterangkan Kabul, pihaknya menggugat Mesi, Ahmad Gunanta selaku Kepala Cabang BFI Finance Baturaja dan Yeni Astuti lantaran ketiganya diduga merugikan kliennya. “BPKB mobil milik klien kami digunakan dalam jaminan perjanjian konsumen antara Yeni Astuti dengan BFI Cabang Baturaja,” ungkap Kabul.

Dijelaskan Kabul, Yeni menjaminkan BPKB mobil Honda CRV Tahun 2010 milik kliennya ke BFI Finance Cabang Baturaja didapat dari Mesi. “Padahal, klien kami tidak pernah memberikan kuasa kepada siapapun termasuk Mesi dan Yeni untuk menjaminkan atau menggadaikan BPKB mobil milik klien kami ke leasing atau finance manapun termasuk ke BFI Finance Baturaja,” beber Kabul.

Diungkapkan Kabul, BPKB mobil kliennya bisa di dapat Yeni lantaran kliennya mengurus BPKB mobil ke biro jasa milik Yeni. Namun, setelah sekian lama tidak diurus malah BPKB mobil milik kliennya sudah digadaikan ke BFI Finance Baturaja.

“Sebelumnya klien kita sudah melakukan upaya kekeluargaan agar BPKB mobil milik klien kami dikembalikan. Namun, karena tidak ada itikad baik secara kekeluargaan untuk mengembalikan makanya klien kami menempuh jalur hukum,” tukas Kabul.

Ditambahkan Kabul, pihaknya menggugat masing – masing tergugat menuntut kerugian materil dan immateril sebesar Rp 1.1 M. “Serta meminta kepada tergugat II yakni Ahmad Gunanta selaku Kepala Cabang BFI Cabang Baturaja untuk mengembalikan BPKB mobil milik klien kami,” pungkas Kabul.

print