Gegara Laporkan Anak Presiden, Aktivis 98 Saling Serang! Said Didu: Kok Aktivis 98 Melaporkan Temannya Sesama Aktivis?

  • Bagikan

BERITASEBELAS.COM, Jakarta – Usai melaporkan kedua putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep, Ubedilah Badrun mendapat ancaman dari sesama aktivis 98 untuk dilaporkan ke kepolisian.

Adalah perwakilan Aktivis 98, Immanuel Ebenezer menjadi pihak sesama aktivis 98 yang melaporkan Ubedilah Badrun. Ebenezer yang juga ketua kelompok sukarelawan Jokowi Mania itu beralasan, bahwa agar tidak menjadi preseden buruk kepada masyarakat ketika seorang dosen melecehkan anak kepala negara.

“Kami khawatirkan jadi preseden buruk ketika seorang dosen ASN juga melakukan pelecehan terhadap anak kepala negara,” ujar Immanuel dialnsir dari Wartaekonomi.co.id pada Sabtu 15 Januari 2022.

Baca Juga: Adhie Massardi: Aktivis 98 yang Tak Dukung Ubedilah Badrun Berantas…

Menurut Immanues, mengkritik kepala negara sah-sah saja. Namun, tidak dibenarkan bila mengkritik pribadi atau anak presiden.

“Kalau mau kepala negara dia (Ubedilah) kritik kekuasaannya bukan pribadi atau anak. Itu enggak mendidik secara politik,” kata Immanuel.

Baca Juga: Ruhut Sitompul ‘Marah Besar’ ke Ubedilah dan Adhie Massardi: Jangan…

Immanuel juga merespons pernyataan Gibran yang sempat menyebut tak usah melaporkan Ubedilah ke polisi. Menurut Immanuel, itu hanya permintaan Gibran, berbeda dengan dirinya.

“Itu permintaan Mas Gibran, kami beda. Gibran cerminan apa yang dilakukan bapaknya Jokowi. Jokowi juga begitu difitnah diam, diam dan buah jatuh enggak jauh dari pohonnya,” ujar Immanuel.

Aksi saling serang Aktivis 98 itu mendapat perhatian tersendiri dari Muhammad Said Didu. Sebagai politisi senior, Said Didu menceritakan bahwa substansi tuntutan aktivis pada tahun 1998, adalah Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Baca Juga: Ruhut Sitompul ‘Marah Besar’ ke Ubedilah dan Adhie Massardi: Jangan…

Saat itu, Said Didu sudah duduk di Senayan sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat dan ikut mendengarkan tuntutan tersebut.

“Setahu saya tuntutan utama aktivis 98 adalah berantas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), saat itu saya sdh di Senayan sbg anggota MPR yg ikut mendengarkan tuntutan tersebut.”

Namun Said Didu mengaku heran, terjadi perubahan besar di antara para Aktivis 98 saat ini. Terutama setelah aksi saling lapor di antara sesamanya, sementara substansi yang dilaporkan tetap pada posisi KKN.

“Kok sekarang ada yang megaku aktivis 98 melaporkan temannya sesama aktivis 98 krn melaporkan KKN?” cuit Said Didu melalui akun Twitternya pada Sabtu 15 Januari 2022.

Artikel Asli

Sumber: terkini.id

  • Bagikan