Heboh Siswa SD Nyaris Diculik, Kadisdik Palembang Minta Sekolah Perketat Pengawasan

0
88



Dudi

beritasebelas.com, Palembang – Menanggapi aksi percobaan penculikan siswa SD di Palembang, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik)  Kota Palembang Ahmad Zulinto, mengimbau seluruh Kepala Paud, TK, SD dan SMP di Kota Palembang untuk dapat memperketat pengawasan dan penjagaan di sekolah.

Khususnya, lanjut dia bagi orang tua anak – anak dibawah umur agar orangnya mengantarkan langsung anaknya di sekolah dan diterima oleh guru tempat sekolah yang dituju.

“Jadi orang tua dan pihak sekolah bersama-sama menjaga. Kalau mengantar pastikan anak itu sampai di dalam kelas dan diterima oleh guru,” katanya, Jumat (7/2).

Menurutnya, murid TK dan Sekolah Dasar merupakan sasaran dari pelaku penculikan, karena mereka masih mudah untuk diiming-imingi sesuatu dan merupakan sasaran para penculik.

“Makanya jangan sampai anaknya dilepas dipintu pagar sekolah untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan menggenai maraknya penculikan anak kita selalu waspada. Sama halnya waktu menjemput anak pulang sekolah dilakukan orang tuanya,” katanya.

Kepada pihak sekolah, Zulinto juga meminta janganlah melepas anak – anak didiknya semasa pulang sekolah begitu saja.

“Pastikan dulu apakah anak yang bersangkutan dijemput oleh orang tuanya dan orang yang dikenal oleh siswa,” katanya.


Sebelumnya beredar kabar, Siswa SDN 244 yang terletak di Jalan Kolonel Sulaiman Amin No.28, Karya Baru, Kecamatan Alang-Alang Lebar Palembang, nyaris menjadi korban penculikan.

Ketika ditemui, jumat (7/2/), Praja Sandika mengatakan, peristiwa yang menakutkan tersebut terjadi pada Sabtu, (1/2) pukul 11.00 WIB. Menurtnya, pelaku yang diduga penculik itu menggunakan mobil anvanza berwarna putih yang tanpa plat.

“Ada empat orang di dalam mobil yang tidak dikenal dan berpura – pura menawarkan jasa untuk mengantarkan ke rumah, lalu salah satu orang di dalam mobil menarik paksa tubuh saya untuk masuk ke dalam mobil, karena merasa curiga, saya melepaskan pegangan tangan orang tersebut,” katanya.

Menurut siswa SD yang masih duduk di kelas VI ini, setelah kejadian, dirinya berlari meminta pertolongan dengan warga terdekat. “Kebetulan ada orang (tukang) mengerjakan bangunan rumah. Lalu saya mendapat pertolongan, setelah itu dilakukan pengejaran oleh salah seorang tukang bangunan, secepat kilat orang tersebut tancap gas dan menghilang,” paparnya.

Terpisah, Kepala SDN 244 Palembang, Hj Lensiana, ketika dikonfirmasi mengatakan, atas kejadian tersebut pihaknya memperketat pengawasan terhadap siswa yang diantar dan dijemput.

“Jadi kita sudah mengeluarkan surat himbauan yang telah kita bagikan ke siswa untuk disampaikan ke wali siswa,”  katanya.

Lebih Lanjut, pihaknya juga meminta, selain agar orangtua siswa mengantar dan menjemput langsung ke sekolah juga pihak sekolah mengawasi secara langsung.

“Kalau ada anak yang belum dijemput kita tak perbolehkan pulang dan menunggu sampai dijemput karena kita tak ingin terjadi apa-apa lagi,” katanya

print