IKADS Berikan Edukasi Orang Tua Yang Memiliki Anak Down Syndrome

0
28
Arto

beritasebelas.com,Palembang – Pengurus  Ikatan Keluarga Down Syndrome (IKADS) Palembang Sumatera Selatan menggelar Seminar Pendidikan Seks bagi orang tua anak dengan Sindroma Down.

Upaya ini dilakukan sebagai bentuk empati dan juga support anak-anak di Sumatera Selatan yang mengalami down syndrome. Digelar di Aula Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siti Fatimah Palembang, Minggu 15 Maret 2020, kegiatan ini menghadirkan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumsel Dr Rismarini SpAK.

Dihadapan puluhan orang tua yang memiliki anak down syndrom, Rismarini mengatakan bahwa sebagaimana anak pada umumnya, anak down syndrom akan mengalami perkembangan seks sehingga perlu kesadaran orang tua untuk memberikan pendidikan Seks.

“Jadi ketika anak down syndrom mulai beranjak dewasa, sebagai orang tua juga memberikan edukasi ke anaknya. Apa yang tidak boleh dilakukan. Misalnya memberi tahu daerah terlarang agar ditutup dan jangan dilihat orang lain,” ujarnya.

Doktor Anak dari Rumah Sakit Umum Moehammad Hoesin Palembang tersebut menambahkan bahwa untuk menghindari orang-orang yang melakukan hal-hal yang tak bertanggung jawab atau bahkan melakukan pelecehan seksual juga perlu diedukasi.

“Jadi kasih tahu juga ke anak, jangan mudah percaya kepada orang lain. Apalagi orang asing yang tak dikenal,” jelasnya.

Ketua IKADS Palembang Sumsel Aliyudin Asral SPd MSi mengatakan bahwa kegiatan ini memperingati Hari Down Syndrom Sedunia dan Hari Ulang Tahun (HUT) IKADS Palembang Sumsel kedua di tahun 2020.

“Kita menyadari bahwa tumbuh kembang anak dan mereka membutuhkan seks education, memberikan pengertian pengetahuan agar seluruh orang tua bisa mengerti tahapan dan anaknya bisa dibimbing,” jelasnya.

Aliyudin menambahkan bahwa saat ini sudah sekitar 160 anak down syndrom yang terus diberikan edukasi oleh IKADS dan target tahun depan bisa mencapai 200.

“Satu hal yang penting, mereka ini kan perlu theraphy dan itu berbayar. Dan IKADS mendorong agar RS bisa dimurahkan atau gratis karena banyak orang tua yang memiliki anak down syndrom dari kalangan prasejahtera,” jelasnya. 

print