Janji Capres Korsel: Negara Biayai Perawatan Rambut Rontok

  • Bagikan

Calon presiden dari Partai Demokrat, Lee Jae-myung, menjawab pertanyaan wartawan saat wawancara dengan media asing di Seoul, Korea Selatan Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji

Janji kampanye calon Presiden Korea Selatan (Korsel), Lee Jae-myung, lain daripada yang lain. Jika terpilih, capres dari Partai Demokrat itu berjanji negara akan membiayai perawatan rambut rontok bagi warganya.

Pada Jumat (14/1), Lee mengatakan ia akan memperluas cakupan layanan perawatan yang ditanggung oleh jaminan kesehatan negara. Ini akan meliputi perawatan transplantasi rambut yang biayanya diketahui cukup tinggi.

“Saya akan memperluas jaminan kesehatan negara untuk bisa mencakup obat perawatan rambut rontok, dan akan mempertimbangkan pembiayaan transplantasi rambut untuk kasus rambut rontok yang parah,” ungkap Lee dalam unggahan di Facebook resmi, dikutip dari AFP.

Meskipun terdengar eksentrik, Lee punya alasan tersendiri. Menurut mantan pengacara HAM ini, ia ingin mencegah terjadinya diskriminasi warga Korsel.

Ilustrasi rambut rontok. Foto: Shutter Stock

Ia mengatakan, warga Korsel yang mengalami masalah kerontokan rambut setiap harinya menghadapi tindakan diskriminatif, di seluruh kelompok usia maupun gender.

Dalam video yang diunggah di Facebook resminya, Lee membeberkan, banyak warga Korsel yang menggunakan obat rambut rontok yang tidak efektif dan cenderung membahayakan.

Ini disebabkan, asuransi kesehatan di Korsel belum menanggung biaya perawatan rambut rontok yang tergolong mahal. Sementara, setiap satu dari lima warga Korsel mengalami masalah kerontokan rambut.

Meski begitu, Lee belum memaparkan berapa biaya perawatan rambut rontok yang bisa ditanggung oleh asuransi.

Pro dan Kontra Warga Korsel

Tentu saja, di mana ada kampanye, di situ ada pro dan kontra. Janji kampanye yang diumumkan mulai pekan lalu ini mendapat respons positif dari para pendukungnya.

Calon presiden dari Partai Demokrat, Lee Jae-myung berbicara selama konferensi pers . Foto: Chung Sung-Jun/Pool via REUTERS

“Kerontokan rambut adalah penyakit. Saya sepenuhnya mendukung janji ini,” tulis seorang pendukung Lee di situs Korsel Daum.

Tetapi, para kritikus menganggap janji ini sebagai strategi populis yang berpotensi menguras layanan kesehatan publik.

“Haruskah kita menanggung biaya resep Viagra (obat kuat) juga? Ini, kan, bukan uang milikmu,” tulis seorang kritikus di Daum.

Lee merupakan salah satu dari dua capres di Pilpres Korsel, yang rencananya akan berlangsung pada Maret 2022. Calon lainnya adalah Yoon Suk-yeol dari partai konservatif Korsel, Partai Kekuatan Rakyat (PPP).

Sedangkan presiden inkumben, Moon Jae-in, tidak bisa maju dalam Pilpres 2022 ini. Sebab, dalam konstitusi Korsel, seorang presiden hanya bisa menjabat selama satu periode saja. Periode jabatan presiden di Negeri Ginseng berlangsung selama 5 tahun.

Artikel Asli

Sumber: kumparan.com

  • Bagikan