Kasus Omicron Diprediksi Bisa Capai 60.000 di Februari, Epidemiolog: Itu Angka Minimum

  • Bagikan

JAKARTA, BERITASEBELAS.COM – Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menilai, proyeksi jumlah kasus Covid-19 di Indonesia yang bisa mencapai 60.000 kasus pada Februari mendatang akibat varian Omicron sebagai perkiraan minimum.

Menurut Dicky, jumlah kasus pada gelombang ketiga Covid-19 akibat varian Omicron bisa lebih dari angka proyeksi pemerintah itu.

“Angka itu (60.000 kasus di Februari) sebenarnya angka minimum. Kalau bicara Omicron angka (penularannya) besar, yang terinfeksinya. Tapi mayoritas tak bergejala,” ujar Dicky ketika dihubungi, Jumat (14/1/2022).

Ia menjelaskan, bila melihat tren di berbagai negara yang sudah melaporkan penularan kasus Omicron, dengan kapasitas testing tingkat menengah, jumlah penularannya sudah jauh lebih banyak ketimbang varian delta.

Baca juga: Dicabutnya Daftar 14 Negara yang Dilarang Masuk Indonesia di Tengah Lonjakan Omicron…

Hanya saja, gejala yang ditunjukkan cenderung ringan hingga sedang.

“Namun tidak mengandalkan bahwa ini infeksinya ringan sehingga akan baik-baik saja, nggak begitu. Ini risiko jangka panjangnya sangat serius,” kata Dicky.

Menurut Dicky, Indonesia, dengan jumlah populasi penduduk yang besar harus melakukan langkah-langkah yang lebih intensif untuk menekan angka penularan varian Omicron.

Pasalnya, masih banyak penduduk yang belum divaksin serta ada risiko antibodi yang menurun bagi penduduk yang telah melakukan vaksin hingga dosis kedua.

Langkah utama yang perlu dilakukan pemerintah adalah mencegah agar tidak banyak pasien Covid-19 yang harus dirawat di rumah sakit.

“Vaksin dua dosis jangan dilupakan. Tapi bukan hanya vaksin, vaksin saja tidak akan menyelesaikan gelombang, tetapi harus menemukan kasus, tracing, testing, dan isolasi. Selain itu masyarakat juga harus mematuhi 5M dan yang masih penting PPKM itu di level 2 atau di level 3 harus dijaga,” ujar Dicky.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel Asli

Sumber: kompas.com

  • Bagikan