Kasus Omicron Meningkat, Pemerintah Harus Persiapkan Penanganan Pasien dengan Baik

  • Bagikan

BERITASEBELAS.COM – Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mewanti-wanti pemerintah untuk segera melakukan antisipasi terjadinya puncak gelombang kasus Covid-19 varian Omicron. Hal ini dikatakannya merespon prediksi pemerintah yang memperkirakan awal bulan Februari mendatang terjadi puncak gelombang Covid-19 akibat varian Omicron.

“Saya kira apa yang disampaikan terkait potensi Februari ada puncak Omicron kan tidak boleh kita abaikan, kita harus serius dan persiapkan dengan baik agar kasus itu tidak terjadi dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan,” kata Rahmad kepada wartawan, Jumat (14/1/2022).

Ia menyatakan dengan memperketat protokol kesehatan hingga mempercepat pemerataan vaksinasi secara nasional tahap 1, tahap 2 dan booster bisa menjadi langkah antisipasi lonjakan kasus akibat varian Omicron.

Lebih lanjut Rahmad mengatakan, Indonesia harus juga berkaca dari negara lain. Di mana dalam dua minggu proses penularan varian Omicron secara global begitu cepat sekali.

Baca Juga: Buruh Usung 4 Tuntutan saat Demo di DPR: Tolak UU Cipta Kerja hingga Revisi UU KPK Vaksiniasi Booster Sudah Berjalan, Pemerintah Diimbau tetap Prioritaskan Vaksin Reguler USU jadi Tempat Pembahasan RUU Ibu Kota Negara

“Sedangkan di Indonesia juga sudah terjadi transmisi lokal yang itu justru semakin sulit untuk kita deteksi dan kendalikan kalau kita abai prokes dan tidak menganggap Omicron sesuatu yang serius,” tuturnya.

Guna mencegah ledakan kasus seperti varian Delta pertengahan tahun lalu, politikus PDI-Perjuangan itu menilai pemerintah harus menggencarkan komunikasi, edukasi dan informasi kepada masyarakat bahwa Omicron nyata secara global.

Dikatakan Politisi PDIP ini alangkah baiknya pemerintah untuk mempersiapkan hal buruk jika kasus Omicron meledak. Salah satunya adalah dengan menyiapkan obat-obatan dan oksigen. Meski sudah dilakukan namun perlu diingat negara manapun tidak akan sanggup menyiapkan fasilitas kesehatan di saat warganya bersamaan sakit.

“Berkaca negara lain juga saat Omicron meledak, rumah sakit juga penuh, bukan berarti OTG itu fisiknya kuat, tapi ketika menulari saudara kita yang lansia kemudian menulari kita yang komorbid kita harus waspada. Karena itu kita camkan ini. Meskipun kita siapkan tapi warga sama-sama sakit serempak, meledak, sulit kita siapkan faskes,” tuturnya.

“Untuk itu harga mati tidak boleh ditawar karena Omicron sudah dominasi apalagi banyak OTG, yaitu jangan mengacu pada data saja. Kita patut waspada kemungkinan Omicron sudah banyak menyebar dan banyak OTG. Tapi Jangan panik, kita tetap kita waspada,” tandasnya.

Artikel Menarik Lainnya: 565 Kasus Omicron Ditemukan di Jakarta, 107 dari Transmisi Lokal Thariq Halilintar Ceritakan Kronologi Dirinya Positif Covid-19 Sepulang dari Turki Update Corona RI 13 Januari: Kasus Positif Tambah 793, Sembuh 385 Orang

Artikel Asli

Sumber: indozone.id

  • Bagikan