Kepala BMKG Beri Warning Gedung di Jakarta Tak Siap saat Gempa Terjadi

  • Bagikan

Suasana gedung perkantoran di jalan Sudirman, Jakarta. Foto: Helmi Afandi/kumparan

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengingatkan akan pentingnya upaya evakuasi darurat saat bencana alam seperti gempa bumi . Sayangnya kemampuan itu masih belum banyak dimiliki.

Dwikorita bahkan menyebut banyak gedung bertingkat di wilayah Jakarta Pusat, masih belum mengetahui tata cara evakuasi darurat yang baik saat bencana terjadi.

Kondisi tersebut menurutnya patut jadi peringatan bagi seluruh pihak untuk meminimalisir korban saat bencana alam terjadi.

“Nampaknya karena di gedung publik bukan gedung BMKG kayaknya belum siap juga. Di Jakarta padahal, di Jakpus itu kayaknya belum siap. Jadi ini warning bagi kita semua di mal, hotel, mohon siapkan kondisi tersebut,” ujar Dwikorita dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Jumat (14/1).

“Lebih sering berlatih evakuasi mandiri terutama yang di gedung bertingkat,” sambungnya.

Untuk gedung bertingkat, Dwikorita menyarankan agar pihak gedung menyiapkan tempat berlindung sementara bagi para karyawan yang bekerja di sana.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati Saat Sampaikan Paparan Prediksi Cuaca. Foto: Sumber: YouTube

Hal itu menjadi penting mengingat akan membutuhkan waktu untuk melakukan evakuasi bagi mereka yang bekerja di lantai-lantai tinggi di gedung bertingkat.

“Ada tempat berlindung sementara karena di lantai tinggi sebelum kita lolos ke luar lari ada perlindungan sementara. Cari meja yang kokoh, atau benda apa pun yang bisa untuk melindungi diri kita dan siapkan akses jalur evaluasi jangan terhalang apa pun,” ucap Dwikorita.

Imbauan turut disampaikan Dwikorita bagi Pemerintah Daerah (Pemda) terutama masyarakat di wilayah Jawa Barat dan Banten. Ia menyebut bahwa dalam 30 hari terakhir BMKG mencatat telah terjadi peningkatan aktivitas kegempaan.

Meski kekuatannya berada di bawah 5 M, Dwikorita menegaskan antisipasi tetap penting dilakukan. Termasuk bagi masyarakat.

“Tapi alangkah baiknya apabila ada kesiapan, terutama sudah siapkan bagaimana kondisi rumah dikondisikan cukup tahan kuat gempa, dan kesiapan-kesiapan sebelum kejadian, perabotan yang kira-kira labil mudah roboh dan berat agar jangan ditempatkan pada posisi saat kita tidur, bekerja, singkirkan dijauhkan,” kata Dwikorita.

Artikel Asli

Sumber: kumparan.com

  • Bagikan