Miris, Desa Lubuk Tuba Hanya Dapatkan Bantuan Mie dan Roti Dari Pemerintah

0
105
A Yudiansyah

beritasebelas.com,Lahat – Pasca banjir bandang yang menghantam Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat, bantuan serta uluran tangan dari para relawan terus mengalir. Namun, lambannya penanganan dari pemerintah daerah membuat masyarakat terdampak banjir pun berkecil hati. Bahkan, Bupati Lahat Cik Ujang baru terlihat menyambangi korban banjir di hari ketiga.

Salah satu desa yang hingga kini masih terisolir dan minimnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Lahat ialah Desa Lubuk Tuba, Kecamatan Pseksu.

Puluhan warga desa yang berada di desa tersebut, hanya mendapatkan bantuan dari pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten Lahat yakni berupa Mie dan Roti.

Dilapangan, terlihat kondisi desa satu ini mengalami trauma akibat banjir bandang yang menimpa desa tersebut, diketahui bahwa saat banjir bandang terjadi, dusun satu desa Lubuk Tuba ini ketinggian air mencapai lutut orang dewasa, yang lebih parah ialah dusun tiga. Dimana di dusun tiga ini air mencapai leher orang dewasa.

Kepala Dusun 1 Desa Lubuk Tuba menjelaskan kepada awak media bahwa hari pertama banjir memang ada pemerintah datang ke lokasi. Ia juga menerangkan bahwa mereka hanya memberikan mie sebanyak tiga dus dan makanan berupa roti kepada masyarakat Desa Lubuk Tuba.

“Sejauh ini, perhatian dari pemerintah daerah kepada Desa ini hanya tiga dus mie dan makanan berupa roti. Sampai saat ini pun desa kami masih terisolir,” terang Kepala Dusun 1 Desa Lubuk Tuba, Sabtu 12 Januari 2020.

Hasil pantauan di lapangan, terlihat tidak ada sama sekali Posko tempat penerimaan bantuan dari para dermawan, hanya sebatas rumah Kepala Desa yang menjadi tempat para dermawan memberikan bantuan.

Informasi yang dihimpun, selain pemerintah yang memberikan bantuan berupa mie dan roti tersebut, salah satu anggota DPR RI dari Partai Gerindra juga telah memberikan bantuan berupa bahan pokok, selain itu juga pihak MDMC dan ACT juga telah menyalurkan bantuan.

Dikisahkan Kadus 1 ini bahwa air mulai naik pada pagi hari hingga siang hari sekira pukul 14.00 Wib 9 Januari 2020 setelah air mulai kering warga sekitar mulai membersihkan lumpur bekas banjir.

Adapun jumlah jiwa di desa ini sebanyak 210 jiwa terdiri dari 85 kepala keluarga. Saat ini warga sangat memerlukan bantuan dari pemerintah maupun masyarakat baik bahan pokok makanan, baju sehari-hari, pembalut wanita, pakaian sekolah maupun alat-alat belajar.

Untuk sementara waktu, warga di desa ini memasak dan makan masih menumpang ke rumah tetangga atau sanak keluarga, mengingat tidak adanya dapur umum.

print