NPCI Sumsel Sesalkan BPKAD Tak Tanda Tangan Berkas Persiapan Pelatda

0
33
Arto

beritasebelas.com,Palembang – Ditengah apresiasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI yang menyebut National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumsel sebagai daerah terproduktif penghasil atlet berprestasi, namun pihak pemerintah daerah terkesan kurang support.

Benar saja, ditengah persiapan Sumsel dalam menghadapi Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XVI Papua, pemusatan latihan daerah (Pelatda) terganggu, karena pihak Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel menunda tanda tangan berkas. Alhasil pendanaan dari pemerintah provinsi pun tak bisa dicairkan.

“Informasinya berkas belum ditanda tangani oleh pihak BPKAD Sumsel, sehingga dana tak bisa dicairkan. Padahal atlet sudah telat untuk persiapan Pelatda,” tegas Ketua Umum National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumsel Ryan Yohwari, Selasa 31 Maret 2020.

Pria yang juga juara dunia badminton di Madrid ini menambahkan selain atlet, operasional sekretariat terpaksa mandek karena banyaknya tagihan yang belum terselesaikan.

Pihaknya berharap pihak BPKAD Sumsel bisa merespon dengan cepat, karena jika terus ditunda tanda tangan dengan alasan yang tak jelas hingga saat ini, maka sama saja mempersiapkan kegagalan prestasi atlet Sumsel.

Pasalnya, prestasi atlet disabilitas di Sumsel hingga kini sudah diapresiasi oleh Presiden RI Joko Widodo. Bahkan Kemenpora mencatat prestasi atlet disabilitas Sumsel merupakan daerah ter produktif penyumbang prestasi.

Tak hanya level Nasional, bahkan 2015 lalu, 20 persen medali yang diraih dari ASEAN Para Games di Singapura dipersembahkan oleh atlet Sumsel.

“Kami heran, Pak Gubernur Sumsel sangat support, tapi entah ini malah BPKAD nya yang mempersulit,” sesalnya.

Terlebih ditengah virus Corona atau global pandemi Covid-19 ini, atlet disabilitas butuh penguat imun tubuh, vitamin dan lainnya. 

print