PDIP Jadi Rebutan Balon Kepala Daerah Maju Di Pilkada Sumsel 2020

0
485
[HM Giri Ramandha N Kiemas]

Dudi

beritasebelas.com,Palembang – Ketua DPD PDIP Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) HM  Giri Ramanda N Kimeas, mengaku bersyukur partainya jadi rebutan Balon Kepala Daerah untuk maju dalam Pilkada tahun 2020.

Menurut pria yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sumsel ini, hal ini menunjukkan  kalau partainya diperhitungkan dipentas politik di Provinsi Sumatera Selatan.

“Kita bersyukur PDIP jadi rebutan Balonkada, namun proses dukungan tetap sesuai mekanisme partai salah satunya survey,” katanya, Minggu 15 Desember 2019.

DPP sudah memberikan rekomendasi ke DPD Sumsel, dan survey awal ini dilakukan paling lambat pada 25 Desember ini, dan hasilnya bisa dilihat pada Januari 2020,” kata Ketua DPD PDIP Sumsel Giri Ramanda N Kiemas saat bertemu dengan Bakal Calon Kepala Daerah 7 Kabupaten se Sumsel.

Menurut Giri, untuk biaya survey nanti akan dikenakan ke para Bakal Calon Kepala Daerah, secara gotong royong.

“Nanti bisa hanya satu dari 14 lembaga survey yang digunakan, untuk besarannya masih dihitung, namun yang pasti besarannya beda antara Balon Bupati dan Wabup,” katanya.

Sedangkan 14 lembaga survey, yang akan digunakan untuk mensurvey kandidat Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati 7 kabupaten se Sumsel, pada Pilkada 2020 mendatang adalah Carta Politika Indonesia, Cirus survey Group, Indo barometer, Indopoling, Indo Survey, LSI, LSI Denny JA, Pandawa, PT Nusakom Pratama Political Consultan, Pusat Studi Demokrasi dan HAM (Pusdeham), Polcomm Institute, Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC), Survey Lintas Nusantara, dan View data Indonesia/Recode.

Menurut Giri, hasil survey itu nantinya akan jadi rujukan bagi DPP untuk memberikan rekomendasi dukungan. Termasuk hasil fit and propertes, serta komitmen untuk membangun perjuangan partai berlambang banteng dengan moncong putih tersebut (Nawacita).

“Mereka (Balon) juga boleh melakukan survey pembanding, tapi hanya 14 lembaga survey tersebut, karena sudah kredibel dan profesional, diluar itu tidak akan jadi rujukan,” tandasnya.

Selain itu, Giri menyatakan survey bisa dilakukan untuk kedua kali (lanjutan), jika wilayah tersebut balonnya masih abu-abu atau selisi elektabiltas Balon masih sedikit.

“Jadi bisa diberikan kesempatan survey kedua, tapi kalau di daerah yang sudah tahu arah menangnya cukup sekali dilakukan survey,” katanya.

 

print