Pelaku Kuliner Aset Pemerintah Kota Palembang

0
164
[Ketua Paguyuban Pedagang Pecel Lele Lamongan Bersatu H Sisam Hadi melakukan pemotongan tumpeng pada peresmian dan pegukuhan Paguyuban Pedagang Pecel Lele Lamongan Bersatu di Gedung Sukaria Palembang – foto Erika beritasebelas]

Erika

Paguyuban Pedagang Pecel Lele Lamongan Bersatu Dikukuhkan

beritasebelas.com,Palembang – Untuk mewadahi para pedagang pecel lele yang berasal dari Lamongan Jawa Timur, yang ada di Kota Palembang, sebanyak 180 pedagang setelah mengadakan urun rembuk membentu sebuah paguyuban yang di berinama Paguyuban Pedagang Pecel Lele Lamongan Bersatu.

Paguyuban tersebut, dikukuhkan oleh Walikota Palembang, diwakili oleh Herly Kurniawan Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahan, Sosial dan Kemasyarakatan, Kamis 12 Desember 2019 di Gedung Sukaria Palembang.

Terpilih sebagai Ketua Paguyuban Pedagang Pecel Lele Lamongan Bersatu  adalah H Sisam Hadi yang didampingi oleh sekretaris, bendahara, ketua-ketua bidang, dan ketua-ketua wilayah di setiap kecamatan di Kota Palembang.

H Sisam Hadi mengatakan paguyuban ini dibentuk untuk mempererat silaturahmi antar pelaku kuliner yang berdagang seperti di tenda pada malam hari, atau pedagang sudah memiliki usaha rumah makan yang berasal dari Lamongan Jawa Timur, apakah usaha pecel lele atau soto.

“Pedagang dari Lamongan di Kota Palembang sangatlah banyak baik itu yang buka tenda atau sudah ada usaha rumah makan, yang tergabung di paguyuban ini baru ada 180 pedangang, kedepannya seluruh pedagang dari Lamongan akan ikut bergabung.” ujarnya.

Senada dikatakan oleh Ketua Forum Kuliner Sumatera Selatan H Idasril, pelaku kuliner yang ada merupakan aset bagi Pemerintah Kota Palembang.

H Idasril yang juga memiliki usaha kuliner Pindang Burung Malaka mengatakan cikal bakal terbentuknya paguyuban-paguyuban yang bergerak di bidang kuliner ini, karena adanya kebijakan dari Pemerintah Kota Palembang yang memperlakukan penarikan pajak terhadap para pedagang.

“Awalnya berdiri paguyuban-paguyuban yang ada sekarang ini, tadinya ada kebijakan dari Pemerintah Kota Palembang yang kurang berpihak dan berkeadilan kepada pelaku kuliner seperti pedagang pecel lele ini, dari situ para pedagang menyatukan persepsi untuk menghadapi kebijakan yang tadi kurang berpihak dan berkeadilan tersebut,” ungkap pemilik kuliner Pindang Burung Malaka ini.

Diharapkan oleh Idasril dengan pelaku kuliner ini sebagai aset, agar para pelaku kuliner ini dapat berkontribusi dalam pembangunan di Kota Palembang.

 

print