Penasihat Medis COVID Pemerintah Polandia Mundur Secara Massal, Ini Sebabnya

  • Bagikan

Warsawa –

Sebanyak 13 dari 17 penasihat medis pemerintah Polandia terkait virus Corona mengundurkan diri secara massal. Hal itu terjadi karena para penasihat medis kecewa dan menuduh pemerintah Polandia tidak bertindak dalam menghadapi pandemi.

Dilansir dari AFP, Sabtu (15/1/2022), anggota komite penasihat medis COVID-19 yang kecewa mengatakan mereka berhenti karena kurangnya dampak rekomendasi mereka terhadap tindakan pemerintah. Pengumuman pengunduran diri para penasihat medis itu datang hanya beberapa hari setelah negara berpenduduk 38 juta itu mencatat kematian akibat COVID yang ke 100.000.

Para dokter menuduh bahwa pemerintah semakin menoleransi perilaku sebagian masyarakat yang menyangkal ancaman yang ditimbulkan oleh COVID-19 dan pentingnya vaksinasi untuk memerangi pandemi.

“Anggota pemerintah dan tokoh lain yang berwenang juga telah menyangkal risiko tersebut,” kata perwakilan dari mereka.

Baca juga: Deretan Negara Eropa Kembali Diamuk Gelombang Corona

Para penasihat menyalahkan pemerintah atas tindakan yang sangat terbatas untuk melawan lonjakan kasus saat musim gugur atau menghadapi ancaman varian Omicron, meskipun jumlah kematian yang mengejutkan diprediksi. Hingga Jumat (14/1), negara itu telah mencatat 4,28 juta kasus COVID-19 dan 101.841 kematian akibat terpapar virus Corona.

Pengunduran diri massal hari Jumat (14/1) itu mengikuti seruan berulang kali oleh anggota komite penasihat untuk pembatasan COVID yang lebih ketat dan kampanye vaksinasi yang lebih proaktif.

Beberapa anggota parlemen dari partai Hukum dan Keadilan (PiS) yang berkuasa secara terbuka menentang vaksinasi COVID dan pemerintah Perdana Menteri Mateusz Morawiecki mengandalkan dukungan mereka di parlemen.

Kementerian Kesehatan Polandia mengatakan sekitar 21,3 juta orang Polandia memiliki dua suntikan virus Corona dan lebih dari delapan juta orang mendapatkan suntikan booster.

Baca juga: Kala Corona Melonjak Lagi di Negara-negara Eropa (fas/fas) covid-19 omicron polandia

Artikel Asli

Sumber: detik.com

  • Bagikan