Penculik Bocah di Tangsel Ditangkap, Korban Selamat Usai Lompat dari Motor

  • Bagikan

Tangerang Selatan –

Polisi berhasil menangkap pelaku yang menculik anak perempuan berinisial A (12) di Setu, Tangerang Selatan, yang selamat usai lompat dari sepeda motor. Penangkapan pelaku dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Aldo Primananda.

“Sudah ditangkap,” jelas Aldo kepada wartawan, Jumat (14/1/2022).

Aldo menerangkan pihak korban kini sudah membuat laporan ke polisi. Pelaku kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: Bocah Tangsel Lompat dari Motor Saat Diculik, Sempat Diancam Pakai Pisau

“Sudah (membuat laporan). Tersangka,” ungkap Aldo.

Lebih lanjut, Aldo menyebut, pelaku kini sudah diamankan di Mapolres Tangerang Selatan.

“Diamankan di Polres. Nanti dirilis jam 15.00 WIB,” terang Aldo.

Sebelumnya, seorang bocah berinisial A (12) berhasil meloloskan diri dari usaha penculikan. A loncat dari motor saat sedang diculik oleh pelaku.

Baca juga: Bocah di Tangsel Lolos dari Penculik Usai Loncat dari Motor Pelaku

“Menurut korban pelaku mengemudikan motor dengan cepat lalu di daerah Pabuaran, Bogor, pelaku mengendarai motor dengan pelan-pelan dan korban langsung loncat untuk kabur,” ujar Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangsel Tri Purwanto saat dihubungi, Jumat (14/1/2022).

Tri bercerita, insiden penculikan itu terjadi pada 2 Januari 2022 yang lalu. A kala itu sedang bermain di depan rumahnya. Setelahnya, pelaku menghampiri A dengan dalih menanyakan alamat.

A sempat menyarankan untuk memakai aplikasi Google Map untuk ke tujuannya. Namun, pelaku berkilah dengan alasan tidak bisa menggunakannya.

Baca juga: Terungkap Alasan Wanita Peserta Meditation Camp di Tangsel 17 Hari Hilang

“Pelaku memaksa korban untuk ikut dan sempat menarik korban dengan diiming-imingi uang Rp 5 ribu untuk mengantarkan. Teman korban menyuruh A untuk ikut. Akhirnya korban ikut naik motor dengan pelaku terlihat di CCTV warga komplek, korban mengaku sempat diancam dengan pisau oleh pelaku jika korban menangis,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, Tri berkata, A hanya mengalami luka ringan. Namun begitu, A kini disebut mengalami trauma dan kerap merasa ketakutan.

“Luka dikitlah, cuma luka ringan. Makanya waktu datang dia cuma mau anaknya di-konseling karena trauma. Akhirnya kita jadwalkan konseling karena anaknya itu jika mau mandi, pintunya harus dibuka, enggak berani lagi keluar main. Yang paling berpengaruh itu psikisnya. Jadi dia ketakutan sekarang,” jelas Tri.

(rak/mea) penculikan anak perempuan diculik tangsel tangerang selatan polres tangsel

Artikel Asli

Sumber: detik.com

  • Bagikan