Perjuangan Penjaga Sekolah Hingga Meraih Doktor 

0
1898

Arto

beritasebelas.com, Palembang – Perjuangan Alhadi Yan Putra sungguh patut diacungi jempol. Sosok mantan penjaga sekolah SD ini ternyata berhasil membuktikan kepada dunia bahwa semua orang berhak untuk sukses.

Padahal, 2002 lalu ia sempat menekuni profesi penjaga sekolah di salah satu SD di Kota Palembang. Namun ia bertekad bahwa harus menempuh pendidikan agar mampu menunjang masa depan yang lebih baik.

Benar saja, hari ini menjadi bukti bahwa perjuangan Alhadi berbuah manis setelah berhasil lulus pada Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Manajemen di Ruang Sidang Terbuka Aula Pascasarjana Unsri, Selasa 30 Juli 2019.

“Jadi, 2002 saya jadi penjaga sekolah di SD, itu saya masih bujang. Dari itu saya bertekad untuk terus berpendidikan sampai tinggi,”ujar Alhadi saat didampingi anak daN istrinya usai menjalani sidang terbuka.

Dia menambahkan, banyak lika-liku perjuangan hingga meraih doktor. Pasalnya, ia selalu diajarkan pola bekerja keras dan tetap disiplin dalam hal apapun.

“Dan Alhamdulillah dari dukungan keluarga, orangtua, anak dan istri, studi lima tahun ini membuahkam hasil yang baik,”terangnya.

Selama lima tahun, ia memgangkat riset tentang bagaimana pola pengelolaan sekolah yang tak termaksimalkan. Dan pola itu sebetulnya menurut Alhadi butuh terobosan. Tak bisa kepala sekolah hanya menggunakan cara-cara buru

“Proses pengelolaan sekolah, sosialisasinya, pembinaannya, penggunaan internet atau data, maksimalkan semua dan itu perlu dioptimalkan. Dan saya diriset ini fokus di variabale internalisasi dan kombinasi, transfer pengetahuan,”terangnya.

Senada dengan itu dikatakan Bukman Lian sang ayahanda mengaku sosok Alhadi Yan Putra memang dididik dengan pola asuh yang visioner. Apapun kondisinya pendidikan harus menjadi poin penting bagi putra-putrinya. Tak perlu malu dengan profesi apapun selagi mengantarkan pada cita-cita.

“Saya sampaikan walaupun buntu, sekolah itu penting. Sampai-sampai tahun 2002 dia itu (Alhadi-red) jadi penjaga sekolah salah satu SD di Palembang,”urainya.

Berbekal kerja keras dan komitmen itulah kemudian Alhadi kemudian lanjut studi hingga meraih doktor di Unsri dengan dukungan keluarganya.

Bukman mencontohkan Alhadi kecil ia didik dengan memanjakan anaknya tersebut. Pun juga jika mau meminta uang jajan anak-anak nya harus membantu pekerjaan-pekerjaan rumah.

“Misalnya minta uang jajan, saya minta cuci motor dulu. Dia cuci bagian tengah motor, kakaknya cuci bagian depan, dan adiknya bagian belakang motor. Dan Alhamdulillah dengan didikan itu ia menjadi pekeeja keras dan disiplin,”urainya.

Untuk diketahui, saat ini saat ini menjabat sebagai salah satu ASN di Dinas Pendidikan Kota Palembang dan senagai salah satu dosen di Universitas PGRI Palembang.

Ia lulus promosi doktor Unsri setelah menjalani studi lima tahun dan diujikan dihadapan para penguji yakni Ketua Promotor Prof Badia Perizade MBA PhD, Prof Dr Hj Sulastri ME, MKom, selaku Co Promotor 1, Dr Hj Agustina Hanafi MBA selaku Co Promotor 2, Prof Dr Taufij Marwa Msi selaku Dekan Fakultas Ekonomi.

Penelitian yang diujikan tersebut berjudul “Peralihan Pengatahuan, Implementasi, Sistem Informasi Teknologi dan Kinerja Kepala Sekolah Pada Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan” langsung disaksikan keluarganya yakni ayahanda Dr H Bukman Lian MM, Ibunda Hj Nuryati SPd, Istri Dian Eka Amrina SPd, tiga anaknya yakni Muhammad Altaf Hadi, Muhammad Ghazi Hadi dan Zaeeen Qalesya Hadi.

print