Pimpinan DPR Ungkap Kerja Pansus RUU IKN, Klaim Cukup Hati-hati

  • Bagikan

BERITASEBELAS.COM – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengklaim pihaknya cukup hati-hati dalam pembahasan Rancangan Undang-undang Ibu Kota Negara (RUU IKN). Dia menyebut pembahasan RUU IKN berjalan secara intensif, bahkan saat DPR sedang reses pada akhir tahun lalu.

“Memang (pembentukan) Pansus tanggal 7 Desember, tapi Pansus walaupun reses tetap kerja bahas RUU yang disepakati DPR dan Pemerintah. Bahwa ada bolak-balik substansi dibahas mekanismenya begitu. Ketika harus balik ke Panja, gitu, ya balik ke Panja,” kata Sufmi Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/1/2022).

Baca juga: Selain Tinjau Kaltim, Tim Pansus RUU IKN Bakal Kunker ke BSD

Menurut dia, mekanisme pembahasan RUU IKN tak ada masalah sejauh ini. Dia menyebut RUU IKN dibahas dengan cukup hati-hati.

“Bahwa kemudian itu terjadi demikian ya memang mekanisme begitu untuk dicari solusi terhadap kebuntuan-kebuntuan yang ada dan saya lihat Alhamdulilah pembahasan lancar,” kata Ketua Harian DPP Gerindra itu.

“Kalau menurut saya, ini kan mereka kerja sampai malam, sampai malam, sehingga pembahasannya juga cukup hati-hati, ya,” imbuh dia.

Sebab, menurutnya, ketika muncul perbedaan pendapat dalam pembahasan, Pansus DPR disebut lantas terus mencari solusinya.

“Buktinya bahwa kemudian ada ketidaksesuaian, ketidaksepakatan, kemudian dibahas, lalu kemudian ditemukan solusi ya, itu berjalan sesuai mekanisme yang ada dan kita monitor begitu,” ujarnya.

Baca juga: PD Singgung Sosok SBY soal Pembahasan RUU IKN: Harus Hati-hati

Diberitakan sebelumnya, Partai Demokrat (PD) menekankan perlunya mengutamakan kehati-hatian dalam pembahasan Rancangan Undang-undang Ibu Kota Negara (RUU IKN).

“Sejak rapat pertama kali bahwa yang secara terang-terangan menyampaikan pandangan umumnya setelah kami baca naskah akademis Rancangan Undang-undang (RUU) Ibu Kota Negara (IKN) yang disampaikan presiden ke DPR, kami nyatakan bahwa sebaiknya diperlukan kehati-hatian,” kata Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Panjaitan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/1/2022).

Dia menyoroti sejumlah potensi permasalahan lingkungan yang bisa timbul akibat pemindahan Ibu Kota Negara. Lantas, dia menyebut proses pemindahan Ibu Kota Negara mesti mengutamakan kehati-hatian.

Sebagaimana pula, kata dia, seperti sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dikenal hati-hati dalam mengambil keputusan.

“Semuanya mengingatkan kepada kita untuk hati-hati, lingkungan apa lagi, air bersih apa lagi, Belum hutannya, belum lagi tanah adatnya yang kalau saya nggak salah ada kesultanan di situ yang memang harus dicek. Niat untuk membangun ibu kota ini harus kita hormati, tapi diperlukan kehati-hatian apalagi timeline. Nanti kalau ketabrak gimana,” kata dia.

“Inilah harus kehati-hatian. Orang dulu marah, pak SBY hati-hati, nggak ada keputusan. Harus hati-hati, kita tunggu aja nanti,” lanjutnya.

(fca/gbr) ruu ikn pansus ruu ikn draf ruu ikn ruu ibu kota negara dpr ri

Artikel Asli

Sumber: detik.com

  • Bagikan